<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>okanegara.com &#187; kontrasepsi</title>
	<atom:link href="http://okanegara.com/tag/kontrasepsi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okanegara.com</link>
	<description>sexuality.reproductive health.youth.life.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 May 2010 07:41:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Remaja Tahu Kontrasepsi, Namun Tidak Siap Menggunakannya</title>
		<link>http://okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/remaja-indonesia-tahu-kontrasepsi-namun-tidak-siap-menggunakannya.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/remaja-indonesia-tahu-kontrasepsi-namun-tidak-siap-menggunakannya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 17:18:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Original Article]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[

Sekali lagi, penelitian di empat kota besar Indonesia membuktikan bahwa para remaja amatlah membutuhkan pemahaman tentang seksualitas secara menyeluruh. Meski pengetahuan mereka mengenai kondom dan alat kontrasepsi lain sangat tinggi, pemakaiannya ternyata masih amat rendah. Penyebabnya adalah seks pranikah yang sering kali terjadi di luar rencana pada remaja. Begitulah hasil penelitian kuantitatif DKT Indonesia bekerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-137" title="contraception2" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2009/05/contraception2.jpg" alt="contraception2" width="334" height="279" />Sekali lagi, penelitian di empat kota besar Indonesia membuktikan bahwa para remaja amatlah membutuhkan pemahaman tentang seksualitas secara menyeluruh. Meski pengetahuan mereka mengenai kondom dan alat kontrasepsi lain sangat tinggi, pemakaiannya ternyata masih amat rendah. Penyebabnya adalah seks pranikah yang sering kali terjadi di luar rencana pada remaja. Begitulah hasil penelitian kuantitatif DKT Indonesia bekerja sama dengan Synovate Indonesia di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Penelitian berlangsung September-Oktober 2004, mewawancarai 450 remaja berusia 15-24 tahun, dengan kuota 50 persen aktif secara seksual dan 50 persen tidak aktif. Responden juga proporsional jumlahnya antara laki-laki dan perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua pertiga responden memang mengaku bahwa hubungan seks pertama terjadi begitu saja dan hanya 37 persen remaja laki-laki yang merencanakannya. Sedangkan pada remaja perempuan, 39 persen merasa dibujuk sehingga 11 persen menyesalinya dan 10 persen merasa tertipu. Karena itu, program yang ditujukan pada remaja sebaiknya bisa membekali mereka dengan pengetahuan dan kesadaran agar siap menghadapi kemungkinan di luar rencana tersebut. Bisa jadi, pengetahuan mereka yang minim terhadap seksualitas maupun dampak dari perilaku seks berisiko-dari kehamilan sampai tertular HIV/AIDS-menjadi pemicu hubungan tanpa rencana ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Para responden ternyata juga berharap untuk mendapatkan informasi lebih banyak dari sumber yang dapat dipercaya. Soalnya, selama ini mereka lebih banyak mendapat pengetahuan tentang seksualitas dari teman (35 persen), film porno (22 persen), dan buku- buku (11 persen). Lainnya baru dari pacar, televisi, sekolah, pengalaman, maupun film di bioskop. Hanya 8 persen remaja yang merasa nyaman bicara masalah seks dengan ibunya dan tidak ada yang mengaku pernah berbicara dengan ayahnya untuk persoalan serupa. Jika mereka hanya bergantung pada informasi dari teman atau film porno saja, dikhawatirkan informasi yang diperoleh menjadi amat minim dan tidak komprehensif.Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa banyak sekali aspek kehidupan sosial remaja yang tidak diketahui sehingga perlu dilakukan lebih banyak lagi penelitian tentang perilaku seksual remaja.</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/remaja-indonesia-tahu-kontrasepsi-namun-tidak-siap-menggunakannya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
