Kisah Topi Hitam Putih Yang Misterius

Blowjokes lagi nih. Cerita ini kiriman dari Echa di Surabaya. Kisahnya tidaklah sampai seheboh kisah misteri lagu Jauh-nya Geby. Walau sama-sama ada bumbu tragis kematian pada tokohnya. Tapi ya gitu deh. Baca saja. Kali ini dilator belakangi kisah seorang laki-laki yang menyayangi istri dan anaknya. Sudah semestinya semua begini. Tapi komunikasi yang kurang ada di sini. Anyway, sekali lagi, baca saja.

Echa said: Ini aku mau share sebuah cerita…aku forward dari temenku juga sih.

…………”Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas ngelahirin dia. Padahal nyokapnya ini sangat dicintai oleh bokapnya. Kisah cinta sehidup semati. Walau nyokapnya mati. Bokapnya tetap hidup. Nggak mau ikut mati. Tetapi bokapnya sungguh-sungguh sayang sama nyokapnya. Sejak itu bokapnya nggak married2 lagi. Untuk mengalihkan pikirannya ya dengan jalan sibuk kerja. Workaholic lah jadinya.
Nah anak cowok ini anaknya baik hati dan lemah lembut, walau cuma diurus sama pengasuh saja. Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki. Pengasuhnya ngadu ke bokapnya, “Tuan, nggak kasian sama Den Bagus? Masa sepeda nggak punya, apa Tuan juga nggak malu?” Iya..nih..bokapnya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan maka dipanggillah si anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana merk apa. Tapi si anak cuma bilang, “Aku nggak mau sepeda, Pi, aku dibeliin topi item sama topi putih aja.. Read the rest »

Life Award 2008!

Di tengah agenda kegiatan yang menumpuk lagi, bolak-balik ngurus berkas buat fixing position di kampus, berkas studi lanjutan, memberi pelatihan dan seminar, ngurus berkas yayasan baru, nyempatin hadir buat rembug konsumen media, sampai ke odalan di merajan Panjer, ehh ada kabar yang menggembirakan. Sebenarnya info dari Mas Farhan sudah beberapa waktu yang lalu disampaikan kalau siaran talkshow radio saya di FBI yang dapat juara favorit di Life Award 2008. Kejutan sekali. Ceritanya narsis nih. Nggak tahu juga mumpung minggu ini pada narsis semua, ketularan bosnya balebengong nih, hehe.

Saya mensupport radio FBI untuk berpartisipasi dalam Life Award 2008 ini. LIFE AWARD adalah sebuah penghargaan bagi para jurnalis yang dinilai memberikan kontribusi terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Award ini diberikan oleh UNODC (United Nation Office on Drugs and Crime) berpartner dengan YCAB dan Media Group, dengan label “Journalism Recognition Award for the Prevention of Drug Abuse”. Award ditujukan untuk media elektronik dan media cetak. Dengan katagori news talkshow buat radio. Sedangkan untuk TV dan media cetak bisa berupa investigasi atau features.

Untuk lomba ini, kami menampilkan topik “Gaya Hidup dan Keluarga” di program Cosmo Bali dengan host Bella FBI. Talkshow interaktif selama kurang lebih satu jam ini dilakukan editing dan produksi oleh Eti Mahayuni, yang selanjutnya mewakili tim FBI ini untuk menerima award di Grand Studio Metro TV. Award diserahkan oleh Mr. Akira Fujino dari UNODC. Read the rest »

Hari Libur Yang Tidak Libur

Bayangkan, rabu besok mestinya tanggal merah. Dan hari rabu tidak jaga klinik. Tapi nyatanya ada empat agenda yang sudah ngantri. Empat dalam sehari, dan di hari libur. Mulai dari seminar remaja yang diadakan oleh remaja-remaja gereja, pelatihan relawan baru di Kisara, siaran radio di DM radio, hingga sembahyang odalan di merajan Panjer. Pfiuh…numpuk lagi.

Oya, ini poster acara seminar remajanya. Boleh kok ikut.

Dari Mana Asal Kata “Hidung Belang”?

Perjalanan pikiran saya terhenti sejenak. Kali ini bukan untuk menulis sesuatu yang serius. Tetapi ingin bertanya. Pertanyaan ini muncul awalnya dari beberapa pertanyaan juga. Pertanyaan-pertanyaan yang masih terus ditanya orang; “Bagaimana sih tanda seorang yang sudah tertular HIV?”, juga pertanyaan para remaja tentang, “Bagaimana tandanya seseorang yang sudah tidak perawan atau tidak perjaka lagi?”. Sejenis itulah. Yang tentu saja lebih mudah dijawab, walau banyak mitos masih beredar juga. Saya teringat dengan kejadian hari ini. Ada diskusi tentang seksualitas dengan remaja. Pertanyaan-pertanyaan tadi muncul di diskusi ini. Lalu kami berdiskusi juga tentang salah satu perilaku berisiko tertular HIV adalah dari hubungan seksual yang berganti pasangan tanpa menggunakan kondom. Nah tadi ini ada yang nyeletuk, “Berarti yang bisa kena itu laki-laki hidung belang dong, dok?” Ups, pertanyaan yang biasa terdengar juga. Saya jawab pertanyaan tadi dengan gamblang. Tapi, pikiran saya akhirnya memunculkan pertanyaan yang ini; ” Laki-laki hidung belang? Dari mana ya datangnya istilah hidung belang ini?”. Iya benar. Dari mana ya? Karena andaikata benar bisa terjadi, kenapa harus laki-laki saja? Dan andaikata benar, berarti mereka yang suka gonta-ganti pasangan seksual akan tampak berwarna belang di hidungnya. Makin sering ganti pasangan seksual tentu akan semakin belang jadinya. Dan jangan-jangan akan ada kerjaan baru buat dokter sebagai lahan bisnis menguntungkan. Akan ada papan dokter dengan tulisan; kami melayani “menghilangkan belang di hidung”.

Kalau sudah begini, ada yang tahu dari mana asalnya istilah “Hidung Belang”? Dan kenapa harus laki-laki? Bias gender juga rupanya.

Ini Dia Kabar Teranyar Lolot Band!

Seminggu ini sibuk sekali. Blog pun terlupakan. Padahal sudah janji posting beberapa tulisan. Memang seminggu ini banyak agenda, mulai dari persiapan berkas untuk studi lagi, persiapan pertemuan ilmiah seksologi di Semarang, mempersiapkan berkas untuk yayasan baru yang mau saya launching bulan Agustus, dan tentunya juga agenda persiapan kegiatan remaja karena tanggal 12 Agustus nanti adalah Hari Remaja Internasional. Kabar buruk juga muncul di sela-selanya, yang sepertinya juga akhirnya secara akumulatif ikut membatalkan rencana ke Semarang. Bapak Komang Budiartha, anggota legislatif Bali berpulang tiba-tiba, diduga karena serangan jantung. Beliau adalah suami dr. Mitha Duarsa, senior dan kolega bareng di PKBI, KPA Provinsi Bali dan di kampus FK Udayana. Kebetulan juga putri beliau, Kirana adalah relawan Kisara yang cukup aktif dan menjadi perwakilan Kisara di Indonesia Youth Partnership (IYP). Makanya beberapa tulisan jadi tertunda. Sekarang mau mulai mencicil melunasi hutang tulisan.

Terhitung sejak duamingguan ini beberapa teman memberitakan dan membicarakan kabar Lolot Band bubar, atau paling tidak dengan istilah sejenisnya, non aktif atau vakum. Malah saya pakai istilah hibernasi kemarin. Kalau sekedar hibernasi atau tidur panjang untuk mencari tenaga dan kekuatan baru tentu saja tidak masalah. Aerosmith, Rolling Stone, Queen, hingga ke God Bless pun mengalaminya. Tetapi kalau benar-benar bubar tentu saja sayang sekali, dan saya sendiri pribadi tidak rela nih. Mengingat Lolot sudah menjadi fenomena dan ikon musik rock berbahasa Bali yang benar-benar bisa menggugah remaja di Bali jadi bergeliat dengan luar biasa untuk melirik dan larut dalam musik Bali, atau paling tidak musik berbahasa Bali dalam balutan sesuatu yang baru: Bali Rock Alternatif. Jangan ditanya lagi setelah kehadiran Lolot Band di tahun 2003, langsung diikuti dengan band-band sejenis dengan variasi genre musik disana-sini. Ada Bintang, XXX, nanoe Biroe, 4WD, di Ubud yang masih bertahan. Hingga sebagian lainnya yang akhirnya hanya sayup-sayup terdengar seperti Hano-man, Dokar, Raja (yang ini tidak pakai “d”), Sam-4, Badeng, Jagad, Dinky, Nirwana dan banyak lagi yang sudah terlupakan. Luar biasa memang kalau mengikuti fenomena ini. Saya sendiri sampai membuat sebuah festival band khusus band berbahasa Bali dan membuat kaset kompilasi band finalisnya. Konsernya rugi gara-gara hujan, tapi kasetnya laku juga.

Kembali ke Lolot Band. Supaya jelas, karena saya cukup dekat dengan Bagus Mantra, produser yang menangani Lolot Band, saya coba kontak beliau lewat SMS. Tepatnya hari Jumat lalu, tanggal 18 juli 2008. Saya kontak pukul 19.21. Masih ada di HP saya rekaman SMS yang saya kirim. Saya langsung tanya Bagus Mantra apa benar Lolot Band bubar seperti yang diisukan selama ini. Ini jawabannya langsung lewat SMS yang direply pukul 19.23; Read the rest »

Fakta atau Gosip: Lolot Bubar?

Sore tadi berbalas sms dengan Bagus Mantra, teman saya yang manager dan produser dari Lolot Band. Jagoannya band berbahasa Bali yang sempat menang SCTV Music Award sebagai band indie terbaik. Soalnya sejak seminggu ini dikabari oleh Bli Adnyana (Bali Music Magazine) kalau Lolot sedang hibernasi. Tadi juga Bli Wija menulis hal yang sama di Radar Bali. So, cari tahu ke Bagus Mantra langsung, karena perjalanan Lolot Band juga ada sebagian ceritanya dengan perjalanan saya bersama KISARA PKBI Bali. Sekalian mau tanya kabar terakhir juga tentang BMC (Bali Music Channel) nya yang sudah lama saya tunggu. Terus, bagaimana update dari Bagus Mantra? Ntar dulu deh postingnya. Karena malam ini harus siaran talkshow radio saya di segmen SAFE (Sex Answer For Everyone) di BaliFM. Sabar..

Hoax Progesterex

Sejak dua tahun lalu, berkali-kali saya mendapat email bernada sama. Beberapa kali juga muncul email menanyakan hal yang sama; “Progesterex”. Ternyata kabar email tentang Progesterex ini sudah beredar ke mana-mana. Di Denpasar juga. Dari email satu berantai akhirnya ke ribuan email lain. Belum lagi dari berbagai milis. Sumber awalnya bukan dari Indonesia. Dan memang kabar Progesterex ini telah beredar antar negara satu dengan negara lainnya juga. Malah sesungguhnya sudah sejak tahun 1999! Ini salah satu versi email yang beredar di Indonesia:

Telah beredar sebuah obat baru yang bernama Progesterex (bisa dicek di internet keberadaannya). Obat ini adalah pil kecil yang digunakan untuk mensterilisasi perempuan. Obat ini sekarang dipakai oleh para pemerkosa pada perayaan pesta, pub, discotheque untuk memperkosa dan mensterilisasi korbannya. Saya mendapat beberapa status obat ini pada beberapa site di internet.Progesterex pada dasarnya dijual pada beberapa dokter hewan dan toko binatang, dan digunakan untuk mensterilkan hewan besar. Obat ini biasanya digunakan bersamaan dengan Rohypnol (Roofies), semacam obat bius. Pembeliannya harus menggunakan resep dokter (tahu sendiri di negara yg ter’cinta’ Indonesia, you have money you can buy almost everything). Rohypnol ini semacam effervescent tablet yang cepat larut di dalam air. Si pemerkosa hanya tinggal memasukkan Rohypnol dan Progesterex ke dalam minuman, dan si korban tidak akan pernah ingat apa yang telah terjadi pada malam/siang/sore itu dan Progesterex akan membuat si wanita tidak akan hamil sehingga si pemerkosa akan tetap bebas berkeliaran without worry about having a paternity test identifying him beberapa bulan kemudian. Tetapi yang perlu diperhatikan, efek Progesterex tidak sementara. Progesterex dibuat untuk mensterilkan kuda, jerapah dan binatang besar lainnya. Setiap wanita yang telah meminumnya tidak akan pernah mengandung lagi seumur hidupnya. Jadi berhati-hatilah bila pergi ke pub, cafe atau warung makan atau di manapun Anda berada dan jangan menerima minum dari sembarang pria yang tidak Anda kenal dengan baik. Believe it or not, there is even a site on the Internet for the drug, telling people how to use it. Please! Forward e-mail ini ke pada setiap wanita yang kalian kenal!

Setelah ditelusuri ternyata informasi ini tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dan email yang beredar berkali-kali ini tentu saja hanyalah hoax. Sekali lagi ini berita bohong. Saya dan beberapa kolega dari kalangan medis beberapa kali mencoba mencari informasi tentang ini., karena sempat mendapat pertanyaan bertubi-tubi tentang ini. Dan tidak mendapat jawaban sedikitpun tentang keberadaan Progesterex. Read the rest »

11 Mitos Seks Yang Masih Dipercaya Remaja

Remaja bicara seks? Ini bukan sesuatu yang baru lagi. Tetapi sumber informasi seks yang benar memang masih belum banyak diketahui, atau kalaupun ada, remaja masih kesulitan untuk mengaksesnya. Sehingga yang banyak beredar adalah informasi-informasi yang tidak tepat tentan kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja. Banyak sekali mitos-mitos yang masih dipercaya, yang bisa jadi membawa remaja makin jauh dari jangkauan informasi yang benar tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi, termasuk aktivitas seksual yang sudah dijalani oleh sebagian remaja. Bisik-bisik diantara remaja soal lutut yang kopong dan cara jalan yang bisa menggambarkan status keperawanan, sudah sering kita dengar. Semua itu kok bisa ya dipercaya oleh remaja kita?

Berikut ini adalah sebagian mitos-mitos seksualitas yang banyak beredar di sekitar remaja kita hasil dari inventarisasi lembaga KISARA (Kita Sayang Remaja) dan mungkin juga menjadi pendapat kita selama ini. Ingat, mitos itu adalah informasi yang keliru, jadi bukan informasi yang benar. Jadi tugas kita semua buat meluruskannya sesuai fakta sesungguhnya. Oke, ini dia sebelas mitos diantara banyak mitos lainnya:

1.Berhubungan seks dengan pacar merupakan bukti cinta
Faktanya, berhubungan seks bukan cara untuk menunjukan kasih sayang pada saat masih pacaran, melainkan karena disebabkan adanya dorongan seksual yang tidak terkontrol dan keinginan untuk mencoba-coba. Rasa sayang kita dengan pacar bisa ditunjukkan dengan cara lain.

2.Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina.
Faktanya, tidak selalu hubungan seks yang pertama kali itu keliahatan berdarah. Apabila komunikasi seksual terjalin dengan baik dan hubungan seksual dilakukan dalam keadaan siap dan disertai foreplay yang cukup bisa tidak memunculkan adanya perdarahan. Read the rest »

Flashback; Noel the Old Freestyler and A-Ha the Cool Motorbikers

Sebenarnya ada beberapa tulisan yang mau diposting, tapi nanti dulu. Nanti segera menyusul tulisan tentang progesterex, vaksin buat kanker serviks, ineks herbal dan oleh-oleh cerita dari Jakarta kemarin. Buat mengisi postingan yang bolong, saya tulis ini dulu. Ini karena beberapa hari ini saya lagi demen yang retro-retro. Flashback lagi ke jaman 80an, tepatnya sekitar tahun 86-87, saat peralihan dari SD ke SMP. Saat itu musik pop yang kena pengaruh new wave dan disco sedang di atas angin. Kaset-kaset yang beredar hampir semuanya bajakan, kecuali yang diproduksi Team, Aquarius dan Bulletin. Saya ingat betul kaset original pertama kali yang saya beli dari menyisihkan uang saku bulanan adalah album selftitled nya Noel, seorang Cuba-New Yorker yang waktu itu lagi ngetop berat dengan single disco berjudul Silent Morning”. Yang sedang ABG jaman itu pasti tahu lagunya. Menyentak habis. Karena Noel saat itu memulai membuat lagu-lagu disco dengan beat yang rancak. Seperti juga hitsnya yang lain, “Like A Child” dan “City Streets” terlihat Noel mengenalkan gaya disco uniknya sebagai cikal bakal lahirnya freestyle. Kalau dibandingkan dengan freestyle jaman sekarang tentu saja beda. Yang dulu itu kelihatan cupu dan tanggung. Terimakasih buat youtube sehingga saya bisa punya juga videoklipnya. Freestyle habis jaman eighties. Di video ini terlihat sekali bahwa pencitraan seksualitas laki-laki juga dibentuk oleh masa dan komunitasnya. Bagi yang ingin tahu betapa perempuan blond hair (pirang) begitu spesial, juga rompi kulit, rokok dan anting salib menjadi sangat dominan sebagai asesoris seorang freestyler untuk membangun image laki-laki cool jaman itu, bisa lihat di klip ini.

http://www.youtube.com/watch?v=ZKZP_1SQ-Pc

Satu lagi yang saya dengar berulang-ulang sekarang adalah lagu-lagunya A-Ha. Supergrup pentolan new wave dari Norwegia. Dengan ikon Morten Harket, yang dikenal memiliki ambitus suara sangat lebar. Nada setinggi apapun bisa diambilnya. Ini dibuktikan di salah satu hitsnya yang “Stay On These Roads”. Lagu pop new wave yang sangat melankolik. Pasti setuju bila sudah mendengarnya. Trio Morten Harket, Paul Waaktaar dan Mags ini saya kenal dari majalah musik Vista (sekarang sudah almarhum), yang selanjutnya membuat saya jatuh cinta dengan musik new wave. Yang para dedengkotnya di genre ini ada Duran-duran, Alphaville, Modern Talking, Yazoo dan tentu saja A-Ha. Popularitas A-Ha semakin meluber di lagu “Take on Me”, yang sekarang sudah direcycle oleh beberapa band lain seperti boyband Inggris; A1 dan beberapa band punk; MxPx dan Reel Big Fish.

Sudah deh ini dulu. Jadi kepingin ke masa lalu saat masih demen dengan new wave dan disco. Yuk mengingat masa jadul. Buat yang belum kenal, ini bisa jadi referensi juga. Kebetulan dapat juga klipnya di youtube. Sebuah lagu fenomenal “Stay On These Roads”. A-ha memanfaatkan trend jaket kulit dan motorbike yang digandrungi saat itu sebagai kekuatan di klipnya. Di sini pencitraan seksualitas pria juga dibentuk hampir mirip dengan di klipnya Noel, karena memang jamannya serupa. Sama-sama ada jaket kulit legam. Bedanya Noel di Amerika mempelihatkan trend freestyle, sedangkan A-Ha di Eropa dengan trend sepeda motor laki-laki. Coba deh bandingkan. Bisa diklik dan dibuka di link ini. Nikmati sisi lain peaceful nya lagu ini.

http://youtube.com/watch?v=4IDpwyDq82M

Wanda dan Windi

Tidak harus hanya seorang nabi atau tidak perlu menjadi nabi untuk membuat keajaiban. Seorang single mother yang dengan gembira bisa membesarkan anak-anaknya, masih sempat mengantarkan anak-anaknya untuk les piano dan menemani bermain bola, itu adalah keajaiban. Ketika seorang remaja mampu menolak tawaran buat menghisap ganja dan minum alkohol dari teman-teman sebaya genknya dan lebih memilih untuk belajar diskusi dengan kelompok teater di sekolahnya, itu juga adalah keajaiban.

Maunya saya posting tulisan buat mengcounter sebuah hoax tentang progesterex dan satu lagi tulisan tentang updating kanker serviks, tapi entah kenapa saya ingin posting dulu tulisan ini. Mungkin ini karena ada benang merahnya dengan apa yang sedang saya kerjakan. Rencananya dalam waktu dekat, saya dengan dokter Sutarsa, dibantu dengan Tika, Ikha, Wiwik dan Anton dari project Rumah Remaja, mulai bergerak untuk melakukan penggalian need assesment lanjutan dan memfasilitasi pendampingan kesehatan reproduksi dan seksualitas untuk remaja dari mainstream difabel (inggris: difable=differently abled) atau dari kalangan cacat. Ini sesuatu yang baru di Bali, bahkan juga Indonesia. Pernah membayangkan seorang remaja putri tuna grahita (cacat mental) sedang menstruasi? Darah menstruasinya dibiarkan mengalir ke sana-sini sembarangan sehingga bau amis di mana-mana? Atau malah pembalut yang disiapkan buatnya dijadikan penyeka keringat mukanya, bukan buat tampon darah menstruasinya. Pernah membayangkan bagaimana remaja putra tuna grahita sedang bergairah seksual? Ada yang saling bekejar-kejaran, sembarangan mencium dan asal meraba-raba dada sambil memegang-megang kelamin teman lawan jenisnya sambil tertawa-tawa. Atau mungkin sudah sering mendengar kasus pelecehan seksual oleh orang normal kepada perempuan yang cacat mental? Bahkan sampai hamil. Mereka ini tidak benar-benar paham dengan seksualitasnya. Akhirnya memang banyak masalah. Yang ternyata sangat jarang terungkap. Dan ini yang juga kami coba kerjakan.

Tapi posting ini bukan tentang kerjaan yang ini. Hanya suasananya saja. Tulisan ini tentang apa yang baru saya tonton di televisi sepulang beraktivitas tadi sore. Read the rest »