By oka negara on Aug 19, 2008 | In Me&Mylife, Teman & Tokoh | 17 Comments
Memang berbeda bila merayakan tujuh belas agustusan di Bali dengan saat masa kecil saya di Bogor. Sangat berbeda. Di Bali terasa jauh dari kemeriahan. Bahkan nuansa merah putih juga tidak terlalu nampak semarak. Lebih banyak hanya seremonial. Jarang sekali terlihat ada lomba menghias gapura desa, pintu gerbang gang, sepeda hias hingga lomba-lomba khas tujuh belasan. Ya, seperti panjat pinang, lari karung, makan krupuk, sejenis itu. Tetapi tentu saja ukuran nasionalisme tidak bisa dilihat dari sini. Sama sekali bukan ukuran. Hanya saja, ya itu tadi. Memang berbeda. Terasa sekali. Tetapi tentu saja merayakan kemerdekaan Indonesia bisa dilakukan dalam ragam cara. Yang paling penting bagaimana memberi makna kemerdekaan. Sangat absurd jawabnya bagi sebuah kepentingan kolektif bangsa saat ini. Tetapi sangat banyak ragam jawaban bila dijawab satu persatu oleh masing-masing orang, terlebih kita yang tidak pernah berjuang secara fisik untuk mendapatkan kemerdekaan bangsa.
Kali ini saya ingin mencoba suasana lain untuk merayakan tujuh belasan yang ke-enam puluh tiga. Kalau atribut merah putih sih sudah cukup lama terpasang di kendaraan kesayangan saya, si Indigo. Saya personifikasi dan panggil Indigo, karena warnanya rada biru indigo. Sepasang bendera merah putih kecil dan gantungan merah putih terpasang sejak sebulan lalu menggantikan gantungan Jingjing, salah satu maskot Olimpiade Beijing. Read the rest »
By oka negara on Aug 17, 2008 | In Intuisi & Puisi, Me&Mylife, Youth Playroom | 8 Comments

Merdeka! Ingin sekali benar-benar merasakannya. Sesuatu yang terasa masih jauh dari kenyataan. Tapi, mari semua kaum muda, mari bersama mewujudkannya. Bersama. karena masa depan ada di tangan kaum muda. Yang menjadi pertanyaan adalah, apa sih arti merdeka itu buat kaum muda sekarang?
(Gambar diambil dari gift poster majalah Hai. Saya suka sekali poster ini)
Posting tentang remaja dan seharian bertujuhbelasan menyusul.
By oka negara on Aug 12, 2008 | In Sekedar Tahu, Youth Playroom | 15 Comments
Mungkin belum banyak yang tahu, hari ini, 12 Agustus adalah Hari Remaja Internasional. Bahkan remaja pun masih pada belum tahu. Saya teringat saat dua tahun lalu saya sempat buat film dokumenter tentang remaja berjudul “3 Hari Mengejar Remaja”, dari 12 remaja yang diwawancarai hanya 2 orang yang bisa menyebutkan benar 12 Agustus. Jadi memang perlu sekali disosialisasikan, karena pemerintah pun masih belum mensosialisasikannya. Beberapa LSM dan individu sudah berusaha membuat agenda kegiatan dalam rangka Hari Remaja ini sejak beberapa tahun lalu, tetapi tentu saja belum cukuplah gaungnya karena berbagai keterbatasan.

Saya dengan beberapa rekan yang berusaha peduli dengan remaja, hari ini akan menandatangani akte notaris pembentukan Bali Youth Foundation yang rencananya ditujukan buat membantu dan mendukung program-program pendampingan dan edukasi remaja di Bali. Bertepatan dengan Hari Remaja ini Bali Youth Foundation langsung mendukung “Lomba Blog Remaja 2008″ yang diselenggarakan oleh KISARA PKBI Bali. Sebuah lomba bertema “Bangkitkan Eksistensi Remaja” yang sangat perlu disupport bersama. Infonya bisa dilihat di blog KISARA di www.remajabali.wordpress.com. Setelah ini Bali Youth Foundation juga akan mencoba memfasilitasi dukungan buat anak dan remaja yang menjadi tidak beruntung karena kasus HIV dan AIDS di Grokgak, Singaraja. Read the rest »
By oka negara on Aug 10, 2008 | In Me&Mylife | 17 Comments
Kekesalan saya kemarin sempat memuncak. Saya pikir kepedulian manusia akan sesama perlu kembali dipertanyakan. Korupsi, pembunuhan, perampokan, perkosaan dan banyak lagi kerap muncul. Padahal di Indonesia sampai saat ini masih terlihat tempat ibadah dipadati orang, hari raya suci meriah, yang ngaku-ngaku paling pinter dan bisa-bisanya menyebut sahabat Tuhan juga banyak. Sampai janji-janji akan bonus mendapat surga segala. Tapi apa ini semua buat diri sendiri saja? Apa ini semua sudah bisa menjanjikan sebuah kepedulian terhadap orang lain, yang mestinya justru inilah nilai utama. Toleransi dan kepedulian sesama. Sering kali sekarang semua itu hanya menjadi sebuah ungkapan cerdas di bibir saja. Seperti apa yang saya simak hari ini di diskusi interaktif Radio Global saat Direktur PKBI Bali, Ketut Sukanata menjadi narasumber serangkaian pelaksanaan Hari Remaja oleh Kisara PKBI Bali (yang justru pemerintah tidak ada perhatian dengan sosialisasi dan keberadaan hari remaja di tanggal 12 Agustus). Di interaktif radio ini banyak yang masuk, berpendapat tentang bagaimana mengelola remaja dengan berbagai teori dan konsepnya yang hebat-hebat. Tapi saya yakin itu hanya di bibir. Tidak di aksi. Karena saya tidak pernah melihat yang bicara itu benar-benar pernah mendampingi remaja. Kalau benar peduli, mbok ya bergerak. Do something! Read the rest »
By oka negara on Aug 7, 2008 | In Me&Mylife, Teman & Tokoh | 14 Comments
Sejak tanggal tiga lalu maunya posting beberapa kegiatan. Tetapi rencana berubah, karena theme blog yang dipakai kemarin kurang cocok di hati. Nah, sempat ubah dan gonta-ganti theme sampai dapat yang cocok dengan tampilannya. Ngambilnya dari koleksinya wpthemedesigner. Di sela-selanya juga sempat mengupadate blog yang saya buat untuk dedikasi kepada genk saya, genk Buccinator. Tetapi ternyata setelah dicoba beberapa theme baru ada masalah dengan tampilan comment di pages. Semua comment tidak muncul, padahal itu lumayan penting bagi saya. Coba ngutak-ngutik sendiri di theme editornya, tapi berhubung ilmu php saya terlalu di bawah dasar akhirnya nyerah juga. Dan langsung sms dokter imcw yang memang sudah jagoan. Tiga hari lalu juga sempat SMS karena ada masalah lain sebelumnya; blog statistiknya tidak jalan. Dokter IMCW bilang itu terjadi karena theme tidak kompatibel. Ganti theme, ngambil di skinpress dan kemudian beres. Problem solved! Nah, yang sekarang ini kontak lagi lewat sms karena masalah comments yang tidak muncul tadi. Well, advisenya adalah ada tag comment yang belum muncul di file page.php. So, saya kirim saja semuanya isi file page.php lewat email.
Dan ini reply kode php yang sudah diperbaiki oleh dokter IMCW: Read the rest »
By oka negara on Aug 2, 2008 | In Sekedar Tahu, Sexuality Blitz | 14 Comments
Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan adalah salah satu indikator baku penentu derajat kesehatan sebuah negara. Indonesia mengalami sedikit perbaikan dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2002 AKI Indonesia sebesar 307/100.000. Itu artinya terdapat 307 ibu yang meninggal di setiap 100.000 kelahiran bayi yang hidup. Tiga tahun berikutnya, tahun 2005, angkanya menjadi 263/100.000. Ada perubahan. Dan itu artinya membaik. Apakah angka ini sebenarnya cukup baik jika dibanding dengan negara lain? Ups, coba lihat angka AKI negara tetangga kita saja dulu. Thailand saja AKI nya 129/100.000. Yang lebih dekat lagi, Malaysia, AKI nya ternyata 39/100.000. Berani membandingkan dengan Singapura? Tarik nafas dulu. Singapura hanya 6/100.000. Itu pun bagi pemerintah Singapura masih dianggap tinggi. Karena memang logikanya proses persalinan dan kelahiran harusnya bisa berjalan lancar dan kematian bisa dicegah dengan deteksi lebih awal serta pengawasan kehamilan yang optimal. Dari angka ini juga bisa dijadikan cermin bagaimana tingkat kesehatan masyarakat Indonesia. Tentu saja sebagai catatan, Indonesia bukan cuma jakarta, bukan cuma Denpasar, Surabaya, Bandung dan kota-kota besar lain saja, tetapi tentu saja ada daerah-daerah pedalaman di Papua, daerah tidak terjangkau di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan dan lain-lain yang justru luput dari jangkauan informasi dan pelayanan kesehatan memadai, yang akhirnya menyumbang angka AKI menjadi tinggi.
Kurangnya informasi dan minimnya jangkauan pelayanan kesehatan terutama untuk ibu dan ketidakpedulian laki-laki akan kesehatan istrinya yang secara budaya juga mengalami fiksasi turun-temurun menempatkan banyak kejadian kehamilan yang menjadi kehamilan tidak ideal. Kehamilan yang berisiko tinggi mengundang masalah sampai kepada kemungkinan ancaman jiwa ibu saat melahirkan. Ibu hamil yang berada pada risiko tinggi ini disebut dengan Bumil Risti (Ibu Hamil Risiko Tinggi). Diperkirakan saat ini ada sejumlah 22,4% yang masuk ke dalam kelompok Bumil Risti di Indonesia. Read the rest »
By oka negara on Jul 31, 2008 | In Blowjokes | 10 Comments
Blowjokes lagi nih. Cerita ini kiriman dari Echa di Surabaya. Kisahnya tidaklah sampai seheboh kisah misteri lagu Jauh-nya Geby. Walau sama-sama ada bumbu tragis kematian pada tokohnya. Tapi ya gitu deh. Baca saja. Kali ini dilator belakangi kisah seorang laki-laki yang menyayangi istri dan anaknya. Sudah semestinya semua begini. Tapi komunikasi yang kurang ada di sini. Anyway, sekali lagi, baca saja.
Echa said: Ini aku mau share sebuah cerita…aku forward dari temenku juga sih.
…………”Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas ngelahirin dia. Padahal nyokapnya ini sangat dicintai oleh bokapnya. Kisah cinta sehidup semati. Walau nyokapnya mati. Bokapnya tetap hidup. Nggak mau ikut mati. Tetapi bokapnya sungguh-sungguh sayang sama nyokapnya. Sejak itu bokapnya nggak married2 lagi. Untuk mengalihkan pikirannya ya dengan jalan sibuk kerja. Workaholic lah jadinya.
Nah anak cowok ini anaknya baik hati dan lemah lembut, walau cuma diurus sama pengasuh saja. Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki. Pengasuhnya ngadu ke bokapnya, “Tuan, nggak kasian sama Den Bagus? Masa sepeda nggak punya, apa Tuan juga nggak malu?” Iya..nih..bokapnya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan maka dipanggillah si anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana merk apa. Tapi si anak cuma bilang, “Aku nggak mau sepeda, Pi, aku dibeliin topi item sama topi putih aja.. Read the rest »
By oka negara on Jul 29, 2008 | In Drugs Zone, Me&Mylife, Sekedar Tahu | 17 Comments
Di tengah agenda kegiatan yang menumpuk lagi, bolak-balik ngurus berkas buat fixing position di kampus, berkas studi lanjutan, memberi pelatihan dan seminar, ngurus berkas yayasan baru, nyempatin hadir buat rembug konsumen media, sampai ke odalan di merajan Panjer, ehh ada kabar yang menggembirakan. Sebenarnya info dari Mas Farhan sudah beberapa waktu yang lalu disampaikan kalau siaran talkshow radio saya di FBI yang dapat juara favorit di Life Award 2008. Kejutan sekali. Ceritanya narsis nih. Nggak tahu juga mumpung minggu ini pada narsis semua, ketularan bosnya balebengong nih, hehe.
Saya mensupport radio FBI untuk berpartisipasi dalam Life Award 2008 ini. LIFE AWARD adalah sebuah penghargaan bagi para jurnalis yang dinilai memberikan kontribusi terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Award ini diberikan oleh UNODC (United Nation Office on Drugs and Crime) berpartner dengan YCAB dan Media Group, dengan label “Journalism Recognition Award for the Prevention of Drug Abuse”. Award ditujukan untuk media elektronik dan media cetak. Dengan katagori news talkshow buat radio. Sedangkan untuk TV dan media cetak bisa berupa investigasi atau features.
Untuk lomba ini, kami menampilkan topik “Gaya Hidup dan Keluarga” di program Cosmo Bali dengan host Bella FBI. Talkshow interaktif selama kurang lebih satu jam ini dilakukan editing dan produksi oleh Eti Mahayuni, yang selanjutnya mewakili tim FBI ini untuk menerima award di Grand Studio Metro TV. Award diserahkan oleh Mr. Akira Fujino dari UNODC. Read the rest »
By oka negara on Jul 27, 2008 | In Me&Mylife, Sexuality Blitz, Youth Playroom | 2 Comments
Bayangkan, rabu besok mestinya tanggal merah. Dan hari rabu tidak jaga klinik. Tapi nyatanya ada empat agenda yang sudah ngantri. Empat dalam sehari, dan di hari libur. Mulai dari seminar remaja yang diadakan oleh remaja-remaja gereja, pelatihan relawan baru di Kisara, siaran radio di DM radio, hingga sembahyang odalan di merajan Panjer. Pfiuh…numpuk lagi.
Oya, ini poster acara seminar remajanya. Boleh kok ikut.

By oka negara on Jul 24, 2008 | In Me&Mylife, Sexuality Blitz | 21 Comments
Perjalanan pikiran saya terhenti sejenak. Kali ini bukan untuk menulis sesuatu yang serius. Tetapi ingin bertanya. Pertanyaan ini muncul awalnya dari beberapa pertanyaan juga. Pertanyaan-pertanyaan yang masih terus ditanya orang; “Bagaimana sih tanda seorang yang sudah tertular HIV?”, juga pertanyaan para remaja tentang, “Bagaimana tandanya seseorang yang sudah tidak perawan atau tidak perjaka lagi?”. Sejenis itulah. Yang tentu saja lebih mudah dijawab, walau banyak mitos masih beredar juga. Saya teringat dengan kejadian hari ini. Ada diskusi tentang seksualitas dengan remaja. Pertanyaan-pertanyaan tadi muncul di diskusi ini. Lalu kami berdiskusi juga tentang salah satu perilaku berisiko tertular HIV adalah dari hubungan seksual yang berganti pasangan tanpa menggunakan kondom. Nah tadi ini ada yang nyeletuk, “Berarti yang bisa kena itu laki-laki hidung belang dong, dok?” Ups, pertanyaan yang biasa terdengar juga. Saya jawab pertanyaan tadi dengan gamblang. Tapi, pikiran saya akhirnya memunculkan pertanyaan yang ini; ” Laki-laki hidung belang? Dari mana ya datangnya istilah hidung belang ini?”. Iya benar. Dari mana ya? Karena andaikata benar bisa terjadi, kenapa harus laki-laki saja? Dan andaikata benar, berarti mereka yang suka gonta-ganti pasangan seksual akan tampak berwarna belang di hidungnya. Makin sering ganti pasangan seksual tentu akan semakin belang jadinya. Dan jangan-jangan akan ada kerjaan baru buat dokter sebagai lahan bisnis menguntungkan. Akan ada papan dokter dengan tulisan; kami melayani “menghilangkan belang di hidung”.
Kalau sudah begini, ada yang tahu dari mana asalnya istilah “Hidung Belang”? Dan kenapa harus laki-laki? Bias gender juga rupanya.