<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>okanegara`s blog</title>
	<atom:link href="http://okanegara.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://okanegara.com</link>
	<description>sejak maret 2008.</description>
	<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 01:58:07 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Semua Serba Cepat: Kabar Baik Lagi</title>
		<link>http://okanegara.com/2008/11/29/memy-life/semua-serba-cepat-kabar-baik-lagi.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/2008/11/29/memy-life/semua-serba-cepat-kabar-baik-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 07:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Me&amp;Mylife]]></category>

		<category><![CDATA[andrologi seksologi]]></category>

		<category><![CDATA[studi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya menjadi seorang educator adalah panggilan hidup saya. Di mana pun tempatnya. Di ruangan maupun di jalanan. Selama ini saya lebih banyak berbaur dalam edukasi ke komunitas remaja dan masyarakat. Terutama untuk isu kesehatan reproduksi, seksualitas, gender, HIV AIDS dan hak-hak remaja. Tapi siapapun tidak bisa meramal apa yang akan terjadi esok. Kala saya memutuskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/11/good.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-250" title="good" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/11/good-300x232.jpg" alt="" width="300" height="232" /></a>Sebenarnya menjadi seorang <em>educator</em> adalah panggilan hidup saya. Di mana pun tempatnya. Di ruangan maupun di jalanan. Selama ini saya lebih banyak berbaur dalam edukasi ke komunitas remaja dan masyarakat. Terutama untuk isu kesehatan reproduksi, seksualitas, gender, HIV AIDS dan hak-hak remaja. Tapi siapapun tidak bisa meramal apa yang akan terjadi esok. Kala saya memutuskan mengundurkan diri dari studi saya beberapa tahun yang lalu, panggilan untuk melanjutkan pendidikan dengan deras datang lagi. Termasuk ketika ada tawaran beasiswa untuk menempuh pendidikan lanjutan <em>double degree </em>sampai program doktoral di negara sebelah. Dilema juga, karena mesti meninggalkan kelompok dan komunitas dampingan saya. Waktu ternyata berbicara lain, saat melengkapi berkas akademik untuk persayaratan studi, saya &#8220;ditangkap&#8221; almamater saya untuk bisa menjatuhkan pengabdian dan studi di Universitas Udayana. Tarik ulur, diskusi, terjadi hingga saya lolos sebagai staf dan pengabdi akademik untuk Bagian Andrologi dan Seksologi Universitas Udayana. Bagian yang baru saja terbentuk. Saya bertiga di bagian ini dengan dua inspirator saya Duo Pangkahila (Prof Alex dan Prof Wimpie). Sangat cepat. Dua bulan berjalan, semua prosedur dilaksanakan, hingga hari ini pengumuman itu datang juga. Kabar baik lagi. Saya lulus. Dan siap mengembangkan Bagian Andrologi dan Seksologi Universitas Udayana. Kabar yang benar-benar menggembirakan karena sangat cepat dan menandakan besarnya dukungan buat saya. Berarti sekarang semua pintu edukasi bisa saya tempuh, kampus, negeri, komunitas dan di lapangan. Semoga saya bisa berbagi dan berbuat lebih baik lagi untuk perjalanan kaki ini melangkah. Terima kasih sekali lagi buat semua doa dan dukungannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/2008/11/29/memy-life/semua-serba-cepat-kabar-baik-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Take a Break: Wah, Dapat Award Nih!</title>
		<link>http://okanegara.com/2008/11/26/memy-life/take-a-break-wah-dapat-award-nih.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/2008/11/26/memy-life/take-a-break-wah-dapat-award-nih.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 09:29:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Me&amp;Mylife]]></category>

		<category><![CDATA[Sekedar Tahu]]></category>

		<category><![CDATA[award]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar belakangan hujan terus. Becek. Dan si Indigo, yang selalu menemani saya kemana-mana, sempat nyemplung ke got saat ada galian. Rusak berat di  bawah jok kanan. Untung banyak yang  bantuin dan  sempat ditemenin sama  Harumi sehingga bisa jalan lagi.  Nah, sekarang ini berbeda.  Tidak ada angin, tidak ada hujan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/11/f_pkbiawardm_97e9b601.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-248" title="f_pkbiawardm_97e9b601" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/11/f_pkbiawardm_97e9b601.gif" alt="" width="200" height="85" /></a>Denpasar belakangan hujan terus. Becek. Dan si <a href="http://okanegara.com/2008/08/19/friends-tokoh/seharian-tujuhbelasan-dari-sejuknya-siang-di-bangli-ke-panasnya-malam-di-kuta.html">Indigo</a>, yang selalu menemani saya kemana-mana, sempat nyemplung ke got saat ada galian. Rusak berat di  bawah jok kanan. Untung banyak yang  bantuin dan  sempat ditemenin sama  <a href="http://www.harumipurwa.wordpress.com">Harumi</a> sehingga bisa jalan lagi.  Nah, sekarang ini berbeda.  Tidak ada angin, tidak ada hujan, ada kabar gembira. Rupanya saya beruntung. Blog ini direkomendasikan oleh <a href="http://www.nananghartoyo.wordpress.com">Anton kecil</a> dan teman-teman di <a href="www.kisara.org">KISARA </a>untuk bisa ikut Blog Awardnya IPPF/PKBI DIY. Dan ternyata benar dapat award sebagai pemenang pertama. Baru hari ini ditelpon oleh pihak penyelenggara. Infonya ada <a href="http://pkbiaward.dagdigdug.com">di sini</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Award ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan – 25 November, Hari AIDS Sedunia – 1 Desember, dan Hari Hak Azasi Manusia – 10 Desember). PKBI- DIY memberikan Blog Award ini kepada blogger yang memiliki perhatian terhadap isu-isu kesehatan reproduksi, HIV-AIDS, gender, dan HAM.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kala postingan masih tersendat, rupanya blog ini ada yang mengapresiasi juga. Ini ibarat air segar di kala dahaga. Ini akan jadi cambuk buat semakin berbagi menyalurkan hobi saya menyampaikan biokomunikasi dan tetap berpikir lateral positif. Hadiahnya, saya sudah janji akan memberikannya buat mendukung anak-anak terdampak HIV di Buleleng atau Karangasem di program <a href="http://remajabali.wordpress.com/2008/11/24/304">WAD KISARA 2008 </a>dan untuk mendukung eksebisi di Jamfest minggu depan. Pfiuhh, postingan kali ini cukup narsis juga. Kok bisa narsis gini. Btw thanks buat semua yang sudah dukung dan memberi inspirasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/2008/11/26/memy-life/take-a-break-wah-dapat-award-nih.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ini Dulu: Makna Sebuah Keajaiban</title>
		<link>http://okanegara.com/2008/11/13/memy-life/ini-dulu-makna-sebuah-keajaiban.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/2008/11/13/memy-life/ini-dulu-makna-sebuah-keajaiban.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 12:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Me&amp;Mylife]]></category>

		<category><![CDATA[Youth Playroom]]></category>

		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>

		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan tentang tujuh keajaiban dunia. Bukan tentang lenyapnya Borobudur dalam list &#8217;seven magnificents of human creatures in the world&#8221; atau &#8220;the 7 new wonders&#8221; tersebut. Sama sekali bukan. Ini tentang makna sebuah keajaiban yang sesungguhnya. Paling tidak ini menurut versi saya.  Tadi pagi seseorang berkeluh kesah tentang hidupnya, dan berharap mendapatkan keajaiban. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/11/baniortu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-245" title="baniortu" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/11/baniortu-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a>Ini bukan tentang tujuh keajaiban dunia. Bukan tentang lenyapnya Borobudur dalam list &#8217;seven magnificents of human creatures in the world&#8221; atau &#8220;the 7 new wonders&#8221; tersebut. Sama sekali bukan. Ini tentang makna sebuah keajaiban yang sesungguhnya. Paling tidak ini menurut versi saya.  Tadi pagi seseorang berkeluh kesah tentang hidupnya, dan berharap mendapatkan keajaiban. Dan memang banyak orang berbicara tentang kejadian keajaiban. Baik yang terjadi di masa lalu, maupun masa sekarang. Sering kali itu adalah kisah-kisah hebat yang terjadi pada orang lain, sehingga banyak orang berharap juga mengalami hal yang sama. Buta menjadi melihat kembali. Sakit kanker menjadi sembuh. Siapa pun yang bisa membuat kejadian seperti itu akan langsung mendapat tempat luar biasa, bisa jadi disebut sebagai orang hebat atau malah nabi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi sesungguhnya, keajaiban tidak harus seperti itu. Tidak harus menjadi seorang nabi untuk melakukan keajaiban. Tidak harus menanti berlama-lama untuk mendapatkan keajaiban. Seorang single mother, yang sanggup menghidupi anak-anaknya, yang masih sempat mengantarkan buah hatinya ke les piano dan bermain sepak bola dengan selalu tersenyum, itu adalah keajaiban. Seorang ayah dan bunda yang sangat sibuk, tetapi masih bisa mengajak buah hatinya untuk bermain, makan bersama, penuh keceriaan, itu bukanlah hal yang biasa, tetapi itu juga sebuah keajaiban (seperti gambar di tulisan ini-gambar bani dan ayah bundanya). Dan&#8230;kisah seorang remaja yang memiliki pertemanan yang sangat kuat dengan genk nya, di saat seluruh anggota genknya sudah terlibat dengan ganja dan putauw, tapi dia sanggup menolaknya atas keinginan untuk bisa menjalani masa remaja dengan lebih baik lagi, itu juga adalah sebuah keajaiban. Keajaiban ada di mana-mana. Selama kerja keras dan kesadaran untuk maju  ada di semangat kita. Ini bukan tentang menikmati hidup saja. Tetapi menikmati kualitas hidup.  Tidak perlu menunggu keajaiban. Tapi lakukanlah keajaiban itu. Sekarang juga.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>(ps: gambar diambil dari hp sendiri, diinsert tanpa minta ijin dari yang difoto, tapi pasti diberi ijin bila ortunya bani lihat gambar ini)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/2008/11/13/memy-life/ini-dulu-makna-sebuah-keajaiban.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Refresh My Self, Then Continue Blogging!</title>
		<link>http://okanegara.com/2008/11/09/memy-life/refresh-my-self-then-continue-blogging.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/2008/11/09/memy-life/refresh-my-self-then-continue-blogging.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 10:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Me&amp;Mylife]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<category><![CDATA[refresh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Memang kejenuhan tidak bisa dihindarkan. Bayangkan  dua bulan lebih tidak ngeblog! Sebenarnya tidak cuma jenuh. Tapi karena banyaknya agenda dan pilihan lain sehingga blog pun tereliminasi sementara. Agenda di kampus yang padat, terlebih ini masa penentuan untuk bisa berkiprah lanjut sebagai akademisi. Semua ujian sudah dilalui, tinggal menunggu pengumuman tanggal empat belas ini. Doakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/11/ngelukat.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-243" title="ngelukat" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/11/ngelukat-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Memang kejenuhan tidak bisa dihindarkan. Bayangkan  dua bulan lebih tidak ngeblog! Sebenarnya tidak cuma jenuh. Tapi karena banyaknya agenda dan pilihan lain sehingga blog pun tereliminasi sementara. Agenda di kampus yang padat, terlebih ini masa penentuan untuk bisa berkiprah lanjut sebagai akademisi. Semua ujian sudah dilalui, tinggal menunggu pengumuman tanggal empat belas ini. Doakan ya. Agenda di poliklinik andrologi RS Sanglah juga menjadi warna baru buat hidup saya belakangan ini. Walau tidak banyak pasien andrologi di RS sanglah, tetapi saat ini saya sendiri saja yang menghandle semua pasien andrologi dan seksologi di poliklinik RS Sanglah di VIP. Di sini banyak juga cerita. Agenda <a href="http://www.flickr.com/photos/26329953@N04/" target="_blank">reuni dengan teman-teman SMA</a>, terus rencana konser musik kemanusiaan untuk korban AIDS di Pemuteran, Buleleng tanggal 22 November nanti bersama Bagus Mantra, Igo Telephone dkk, <a href="http://kompas.co.id/read/xml/2008/10/23/12152337/hentikan.pembodohan.lewat.cara.pengobatan.tidak.ilmiah" target="_blank">handle seminar di kampus</a> dan merencanakan pelatihan intensif seksologi lagi nanti untuk level advanced, belum lagi mesti bagi waktu untuk kegiatan di luar kampus, membantu program edukasi <a href="http://www.kisara.org" target="_blank">KISARA,</a> rencana <a href="http://new.icaap9.org/?q=node/43" target="_blank">konferensi AIDS Asia Pasifik</a>, agenda Ford Foundation, menyusun buku, menyusun proposal penelitian lagi, mengajar dan menjadi pendamping kegiatan kemahasiswaan, membuat saya memberikan pil tidur yang cukup kuat buat blog ini. Terlebih lagi saya terseret untuk lebih memilih mengaktifkan blog <a href="http://www.buccinator.wordpress.com" target="_blank">komunitas saya</a>, berkutat di milis dan bermain di FB dan plurk. Lebih menarik memang untuk pindah ke lain hati buat sementara.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, ini saatnya buat berbagi. Mesti bisa diluangkan waktu buat juga untuk memberi perhatian blog ini. Sepertinya blog ini sudah semakin cemburu dan minta diperhatikan lagi. Dalam waktu tidak lama, semua hutang-hutang tulisan akan meluncur ditampilkan. Ini saatnya untuk menyegarkan diri. Refresh my self.  Segar kembali ibarat habis &#8220;ngelukat&#8221; atau mandi suci di <a href="http://www.wisatanet.com/travel_wisataku.php?kode=1&amp;id=10" target="_blank">Tirta Empul</a> seperti gambar yang saya tampilkan. Lanjutkan kembali nge-blog. Tulisan tentang Miyabi segera meluncur. Sex selection juga akan ditampilkan, dan berita khusus informasi dari pendidikan seksologi akan dibuatkan blog khusus di <a href="http://care4sexology.wordpress.com/">http://care4sexology.wordpress.com/</a><a href="www.care4sexology.wordpress.com" target="_blank"></a>. Tetap semangat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/2008/11/09/memy-life/refresh-my-self-then-continue-blogging.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Jenuh Sekali&#8230;?</title>
		<link>http://okanegara.com/2008/09/01/memy-life/kenapa-jenuh-sekali.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/2008/09/01/memy-life/kenapa-jenuh-sekali.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 14:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Me&amp;Mylife]]></category>

		<category><![CDATA[jenuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya ada banyak hal mau ditulis segera. Ada yang masih di kepala, ada juga yang tinggal diedit. Memang sibuk sekali seminggu ini karena terlibat di Pendidikan Intensif Seksologi, terus hari raya Kuningan, terus urusan kampus, terus, terus.. Tapi biasanya sempat saja posting sesuatu. Tapi sekarang kok jenuh sekali. Beberapa tulisan mau diposting tapi belum sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebenarnya ada banyak hal mau ditulis segera. Ada yang masih di kepala, ada juga yang tinggal diedit. Memang sibuk sekali seminggu ini karena terlibat di Pendidikan Intensif Seksologi, terus hari raya Kuningan, terus urusan kampus, terus, terus.. Tapi biasanya sempat saja posting sesuatu. Tapi sekarang kok jenuh sekali. Beberapa tulisan mau diposting tapi belum sempat diedit. Minta tolong nih, mana diantara tulisan berikut ini yang harus segera meluncur diposting? Ini judulnya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Mau pilih bayi laki-laki atau perempuan? Ini tekniknya!</strong> (yang ini janji saya sudah lama ke teman blogger bumi&amp;langit)</li>
<li>Kisah Fredi &amp; Jamil Pertama: <strong>&#8220;Dok, Aku Kena Sifilis!&#8221;</strong></li>
<li><strong>Miyabi oke, Habibi ogah!</strong>; Obrolan Hasil Nongkrong Dengan  Mahasiswa.</li>
<li><strong>Update Sexology (part one)</strong>; Oleh-oleh dari Pendidikan Intensif Seksologi XI.</li>
</ul>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/2008/09/01/memy-life/kenapa-jenuh-sekali.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>RUUAPP Sekarang Jadi RUUP, Setuju Disahkan?</title>
		<link>http://okanegara.com/2008/08/26/sekedar-tahu/ruuapp-sekarang-menjadi-ruup-selangkah-lagi-disahkan.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/2008/08/26/sekedar-tahu/ruuapp-sekarang-menjadi-ruup-selangkah-lagi-disahkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 13:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sekedar Tahu]]></category>

		<category><![CDATA[RUUAPP]]></category>

		<category><![CDATA[RUUP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Mumpung lagi break sejenak dari agenda PIS (Pendidikan Intensif Seksologi). Posting tulisan ini karena ingat sesuatu hari ini. Posting seksualitasnya ditunda dulu. Pasti masih ingat dengan kontroversi RUUAPP? Sebagian besar yang mengikutinya pasti berpikir bila RUUAPP ini batal dimajukan ketahap pengesahan karena maraknya penolakan yang berujung ancaman disintegrasi bangsa. Mau tahu perkembangannya? Tanpa banyak pemberitaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="TEXT-ALIGN: justify"><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/08/300px-ruuapp.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-239" title="300px-ruuapp" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/08/300px-ruuapp.jpg" alt="" width="159" height="105" /></a>Mumpung lagi <em>break </em>sejenak<em> </em>dari agenda PIS (Pendidikan Intensif Seksologi). Posting tulisan ini karena ingat sesuatu hari ini. Posting seksualitasnya ditunda dulu. Pasti masih ingat dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RUU_APP">kontroversi RUUAPP</a>? Sebagian besar yang mengikutinya pasti berpikir bila RUUAPP ini batal dimajukan ketahap pengesahan karena maraknya penolakan yang berujung ancaman disintegrasi bangsa. Mau tahu perkembangannya? Tanpa banyak pemberitaan di media ternyata draft RUUAPP benar-benar sudah ditinggalkan. Tetapi sebagai kelanjutannya telah dibahas dengan progresif penggantinya yang bernama RUUP. <strong>Rancangan Undang-Undang Pornografi</strong>. Memang terasa lolos dari pengamatan banyak orang, karena maraknya berita kenaikan BBM, rusuhnya pilkada-pilkada, kisruh Ahmadiyah, kasus Ryan, Olympyade Beijing dan berita-berita lain sebelumnya yang menjejali media masa.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Tetapi apa benar lolos dari pengamatan para pengamat dan kritisi? <span id="more-238"></span>Ternyata tidak. Beberapa waktu yang lalu saya mendapat salinan draft RUUP ini revisi tanggal 23 Juli 2008. Dari seorang akademisi dan budayawan muda potensial Bali, <a href="http://www.flickr.com/photos/baliwwwdotcom/2727074472/meta/">Sugi Lanus</a>, yang meminta masukan komentar tentang draft RUUP ini buat nanti dibahas secara terbatas bersama para beberapa elemen bangsa ini, hari ini 26 Agustus, dalam sebuah diskusi di The Wahid Institute. Sugi Lanus malah menjadi salah seorang pembahas bersama Adnan Buyung Nasution dan Mieke Nangka (Manado). Acara digagas oleh Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika bekerjasama dengan The Wahid Institute, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Di samping tiga orang tadi yang juga menyatakan ikut hadir adalah Adi Prasetyo (Komnas HAM), Agung Sasongko (FPDIP DPR RI), Ahmad Suedi (WI), Arist Merdeka Sirait (Komnas Anak), Badriah Fayumi (FPKB), Butet Kertarahardja (YUK), I Dewa Gede Palguna (Mantan Hakim MK), I Wayan Sudirta (DPD Bali), Jeffry Massei (FPDS DPR RI Dapil Sulut), Maria Ulfah Anshory (Ketua Fatayat NU/FPKB), Masruchah (Sekjen KPI), Niken Savitri (FH Unpar), Pendeta Karel Erary (Tokoh Masy. Papua), Putu Wijaya (Budayawan), Remy Sylado (Budayawan), Rocky Gerung (Filsafat UI), Rustam Tumbelaka (FKG), Sri Wijayanti (Komnas Perempuan) dan Yudi Latif (Reform Institute). Kekhawatiran awal yang muncul adalah bahwa RUUP ini masih tidak berpihak kepada keberadaan budaya bangsa Indonesia yang secara origin penuh dengan nuansa perbedaan, dapat berpotensi memangkas kebebasan berekspresi dan memungkinkan munculnya polisi-polisi susila.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Menurut saya, memang RUUP ini lumayan berbeda dari RUUAPP yang lalu, dan banyak hal sudah dieliminasi, terutama konteks aturan yang melarang berprilaku tertentu dan busana tertentu. Memang juga secara tersurat RUUP ini sekilas lebih toleran jika dibanding RUUAPP sebelumnya yang oleh kelompok-kelompok tertentu menganggapnya pekat dan lekat dengan nuansa agamis tertentu. Dan secara kaidah keilmuan RUUP ini juga terlihat lebih moderat dan jauh lebih masuk akal jika dibanding RUUAPP yang terlalu multitafsir. Satu lagi, judulnya bukan lagi &#8216;antipornografi dan pornoaksi&#8217;, tetapi langsung tentang &#8216;pornografi&#8217; yang (di pikiran saya) artinya keberadaan pornografi memang diakui ada dan perlu diatur, jadi ya ada pengakuan tentang pornografi.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify"><strong>Tetapi ternyata</strong>, masih banyak hal lagi perlu dibahas dan dicermati apa memang diperlukan menjadi UUP nanti, karena di dalamnya tetap saja masih lebih banyak pelarangan dan bukan pengaturan. Serta masih ada yang tidak terukur dengan valid, mulai dari perumusan definisinya.  Seorang ibu yang menyusui bayinya di tempat umum karena bayinya memang kehausan sehingga perlu air susu ibunya segera agar tidak dehidrasi (bukan karena ibunya mau pamer payudara) kalau dicermati bisa terancam hukuman juga atas alasan memperlihatkan ketelanjangan. Menyimpan materi pornografi bagi perseorangan juga dilarang dan terancam sanksi, apalagi mendownload pornografi dan meminjamkannya. Saya pikir tidak semua orang yang atas dasar keinginan sendiri untuk menyimpan materi pornografi berpotensi kriminal seksual. Dalam dunia seksologi dan seksualitas yang saya pelajari justru materi pornografi secara terbatas oleh individu dapat digunakan untuk meningkatkan komunikasi seksual dan keharmonisan pasangan suami istri yang selama ini bisa jadi mengalami masa-masa kejenuhan. Materi pornografi di kasus seperti ini malah bisa menjadi referensi variasi dan dapat meningkatkan komunikasi antar pasangan. tentu saja jadinya bisa mencegah keinginan untuk melakukan perselingkuhan. Berdasarkan pengalaman klinis dan klien saya, terutama di kalangan remaja, mereka yang akhirnya coba-coba dan ingin tahu tentang seks justru mereka yang paparan akan hal-hal yang bersifat seksualitas minim sekali. Karena pengaruh hormon seksual yang mulai optimal, seorang remaja bisa mencari tahu informasi seksual bahkan mencoba-cobanya dengan jalan mencari atau bereksperimen langsung dengan lingkungannya tanpa kontrol dan kendali karena tidak ada referensi, sementara pendidikan seksual masih belum banyak diberikan serta masih ditabukan. Kita juga harus tahu bahwa manusia adalah makhluk seksual, dan tidak bisa dihindari bahwa setiap orang berhak untuk menjalankan dan menikmati kehidupan seksualnya tanpa paksaan. Rupanya RUUP masih belum memandang penting konteks ini.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Saya bisa terima kalau pornografi itu ada Undang-Undangnya. Tetapi tidak mesti dengan Undang-Undang khusus, yang penting diatur dengan Undang_Undang yang sudah ada juga bisa. Asal pelaksanaannya benar-benar dijalankan. Kalaupun dimunculkan Undang-Undang khusus ya diatur dengan lebih baik dengan sosialisasi dan melibatkan banyak kalangan dulu. Artinya pornografi itu ya diaturlah dengan lebih baik, lebih memperhatikan kemajemukan, tentu saja dengan kajian ilmiah. Jadi bukan dilarang membabi buta. Semakin dilarang semakin dicari bagaimanapun caranya (semuanya pasti tahu sifat seperti ini dan pernah mengalami sifat ini). Di Amerika, Jepang dan negara-negara liberal lain pun ada Undang-Undangnya. Pornografinya diatur dengan jelas dan dengan kajian ilmiah. Nah, di Indonesia, yang dilupakan orang dan pemerintah kita sering kali justru adalah tentang bagaimana mendidik atau mengedukasi masyarakat. Ini yang lebih penting. Termasuk pengadaan pendidikan tentang seksualitas, kesehatan reproduksi yang lebih terstruktur. Swedia, Finlandia dan Denmark adalah negara-negara yang sangat terbuka dengan pornografi, film porno dan majalah porno bahkan sangat legal. Saya sempat beberapa kali berdiskusi dengan kolega dan teman di sana. Karena diatur dengan baik dan masyarakat sudah teredukasi dengan baik, ternyata kasus-kasus kekerasan seksual, kejahatan seksual, infeksi menular seksual, aborsi remaja sangat rendah. Jepang yang sedemikian liberalnya dengan materi pornografi pun angka kejahatan seksual masih jauh lebih rendah dari Indonesia. Di satu sisi sebagai contoh, beberapa negara di timur tengah dengan pelarangan yang sangat ketat akan pornografi, justru mengundang keingintahuan untuk mendapatkannya serta mencarinya tanpa kontrol personal yang baik. Tak heran banyak kasus perkosaan, kekerasan dan kejahatan seksual ramai diberitakan media. Semuanya pasti pernah bacalah. Jadi tidak selalu benar kalau pornografi berbanding lurus dengan penurunan akhlak, moral, yang selanjutnya berakibat meningkatnya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Maka dari itu diaturlah dengan lebih baik.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Saya secara subyektif setuju dengan asumsi yang berkembang bahwa RUUP yang versi terakhir ini masih potensial berakibat pemangkasan kebebasan berekspresi, pengaburan nilai kebhinekaan (ini bisa berpotensi disintegrasi lagi) dan potensi konflik masalah pengawasannya nanti. Juga dalam konteks edukasi seksualitas beberapa hal masih keliru, karena akan memasung hak seksual manusia untuk berekspresi dan pemasungan hak untuk mendapatkan serta memiliki informasi untuk kepentingan keharmonisan seksual seorang individu sebagai makhluk seksual. Hal ini adalah salah satu unsur Human Declaration of Sexual Rights, yang mana bangsa Indonesia juga ikut menandatangi dan mengakuinya. Karenanya kemarin saya titip masukan saya tentang RUUP ini. Bisa dilihat di sini <a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/08/naskah-ruup-23juli2008.rtf">naskah-ruup-23juli2008.</a></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/2008/08/26/sekedar-tahu/ruuapp-sekarang-menjadi-ruup-selangkah-lagi-disahkan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bunda, Asalku Dari Mana?</title>
		<link>http://okanegara.com/2008/08/24/blowjokes/bunda-asalku-dari-mana.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/2008/08/24/blowjokes/bunda-asalku-dari-mana.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 15:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blowjokes]]></category>

		<category><![CDATA[Asal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Lupa dapat dari mana. Tapi memang sudah pernah dengar sebelumnya. Ya saya tulis ulang deh. Blowjokes ini diposting buat mengimbangi artikel sebelumnya yang memang panjang. Begini&#8230;&#8230;
Hari Minggu. Semuanya sedang ada di rumah. Ayah, bunda dan Puput. Puput yang masih kelas dua SD bertanya kepada bunda.
Puput : Bunda, aku mau tanya boleh ya?
 Bunda : Puput [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lupa dapat dari mana. Tapi memang sudah pernah dengar sebelumnya. Ya saya tulis ulang deh. <strong>Blowjokes</strong> ini diposting buat mengimbangi artikel sebelumnya yang memang panjang. Begini&#8230;&#8230;</p>
<p><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/08/tanya-ibu1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-237" title="tanya-ibu1" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/08/tanya-ibu1-300x215.jpg" alt="" width="300" height="215" /></a>Hari Minggu. Semuanya sedang ada di rumah. Ayah, bunda dan Puput. Puput yang masih kelas dua SD bertanya kepada bunda.</p>
<p><span style="color: #99cc00;">Puput</span> : Bunda, aku mau tanya boleh ya?<br />
<span style="color: #0000ff;"> Bunda</span> : Puput sayang, tentu saja boleh. Mau tanya apa sayang?<br />
<span style="color: #99cc00;"> Puput</span> : Anu, ehm, bener boleh ya? Tapi Put nggak ganggu Bunda kan?<br />
<span style="color: #0000ff;"> Bunda</span> : Nggak sayang, ayo mau tanya apa nih&#8230;?<br />
<span style="color: #99cc00;"> Puput </span>: Gini Bunda, Put mau tanya, sebenarnya asalnya Puput dari mana sih Bunda?<br />
<span style="color: #0000ff;"> Bunda</span> : (*glek,gdubrak..nggak siap jawab sepertinya..) Ehm, anu, ehh, gimana ya, ehh gini saja ya sayang, Bunda mau ke Ayah dulu, nanti Bunda jawab deh pertanyaannya. Sabar ya&#8230;(sambil ngacir mendekati Ayah)<span id="more-235"></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Bunda</span> : Yah, Ayah..Bagaimana nih, Bunda bingung jawabnya, tadi Puput nanya tentang dirinya, asalnya dari mana. Bunda bingung nih, takut salah jawab. Ayah saja yang jawab ya&#8230;<br />
<span style="color: #993300;"> Ayah</span> : (*gelagapan, seperti kebakaran jenggot, padahal nggak punya jenggot) Wah, Bunda jangan Ayah, kan Puput lebih dekat sama Bunda, nanti dia malah tambah bingung kalau Ayah yang memberi jawabannya.. Bunda saja, tapi berhati-hati. Yang biasa saja, pakai kata-kata yang agak ilmiah deh, bisa kan..<br />
<span style="color: #0000ff;"> Bunda</span> : Iya deh Yah. Bunda coba. Doakan Bunda ya..(sambil mendekat lagi ke tempat Puput)</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Bunda</span> : Put, masih ingin tahu asal Puput dari mana?<br />
<span style="color: #99cc00;"> Puput</span> : Iya Bunda, Put ingin sekali tahu..<br />
<span style="color: #0000ff;"> Bunda</span> : Baiklah, tapi dengarkan baik-baik ya..<br />
<span style="color: #99cc00;"> Puput</span> : Iya deh Bunda&#8230;<br />
<span style="color: #0000ff;"> Bunda</span> : Begini&#8230;(sambil tahan nafas dulu).Ini terjadi sesudah Ayah menikah dengan Bunda ya, terus suatu saat Ayah dan Bunda pergi tidur, terus benihnya Ayah yang namanya sperma bertemu dengan benihnya Bunda yang namanya sel telur di dalam perut, di saluran telur..(sambil mengambil nafas lagi, berharap anaknya mau ngerti), terus tinggal di perut Bunda selama sembilan bulan, terus keluar deh Puput. Waktu itu pastinya masih bayi (fiuhh..lega karena sudah selesai menjawab pertanyaan anaknya).<br />
<span style="color: #99cc00;"> Puput </span>: *#@??? (kelihatan bingung)<br />
<span style="color: #0000ff;"> Bunda</span> : Ceritanya Bunda bikin Puput bingung ya?<br />
<span style="color: #99cc00;"> Puput</span> : Iya Bunda. Puput bingung. Puput nggak ngerti. Soalnya kemarin ketemu Wawan, temen Puput yang baru pindah itu, jawabannya nggak panjang gitu..<br />
<span style="color: #0000ff;"> Bunda</span> : (kepingin tahu) Memangnya Wawan bilangnya bagaimana?<br />
<span style="color: #99cc00;"> Puput</span> : Singkat kok Bunda. Kalau Wawan yang ditanya asalnya dari mana&#8230;,Wawan selalu bilang kalau dia itu asalnya dari&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;Jogja!</p>
<p><em>Kumpulan blowjokes lain bisa dilihat <a href="http://okanegara.com/category/blowjokes">di sini</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/2008/08/24/blowjokes/bunda-asalku-dari-mana.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Permasalahan Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja (di Bali)</title>
		<link>http://okanegara.com/2008/08/23/sexualitysexual-health/permasalahan-kespro-seksual-remaja-bali.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/2008/08/23/sexualitysexual-health/permasalahan-kespro-seksual-remaja-bali.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 13:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sexuality Blitz]]></category>

		<category><![CDATA[Youth Playroom]]></category>

		<category><![CDATA[DAKU!]]></category>

		<category><![CDATA[hari remaja]]></category>

		<category><![CDATA[kisara pkbi bali]]></category>

		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[ Hari ini posting sebuah artikel saya. Panjang memang. Ini dipresentasikan saat workshop pendidikan seks di Hotel Inna Shindu tahun lalu, saya revisi sedikit karena masih relevan disimak di bulan Agustus ini. Masih dalam rentetan lanjutan Hari Remaja dan sebagai postingan antara sebelum topik seksualitas dan reproduksi akan ditampilkan beruntun, ada baiknya saya posting kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/OKANEG~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/08/2553515569_cfca3c8fd3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-234" title="2553515569_cfca3c8fd3" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/08/2553515569_cfca3c8fd3-300x199.jpg" alt="" width="243" height="162" /></a><span> Hari ini posting sebuah artikel saya. Panjang memang. Ini dipresentasikan saat workshop pendidikan seks di Hotel Inna Shindu tahun lalu, saya revisi sedikit karena masih relevan disimak di bulan Agustus ini. Masih dalam rentetan lanjutan Hari Remaja dan sebagai postingan antara sebelum topik seksualitas dan reproduksi akan ditampilkan beruntun, ada baiknya saya posting kembali (reschedule posting) sebuah artikel tentang situasi seksualitas dan reproduksi remaja, di Bali beserta apa yang sempat dilakukan di jaringan saya di Kisara. Beberapa data bisa ditampilkan dulu berikut ini. Lebih dari seperempat masalah pacaran yang masuk ke konseling telepon lembaga KISARA PKBI Bali hasil pencatatan hingga Juli tahun 2005, berkaitan dengan aktivitas seksual remaja, dan terdapat kecenderungan mereka baru berkonsultasi setelah seksual aktif. Awal keterlibatan mereka dalam hubungan seksual pranikah sebagian disebutkan karena coba-coba dan tanpa direncanakan, karena terbawa suasana dan adanya dorongan seksual muncul karena ada pengaruh dari beberapa media pornografi yang pernah diakses.Dalam sebuah konseling tatap muka juga sempat terekam ada seorang remaja SMP kelas 2 yang sudah terpengaruh akan kebiasaan bermasturbasi yang </span><span id="more-16"></span><span>terlalu berlebihan, awalnya kebiasaan ini pun karena coba-coba akibat ajakan dan pengaruh teman-teman sebayanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Itu adalah baru sebagian dari permasalan remaja yang berkaitan dengan aktivitas seksual. Belum lagi kasus-kasus kekerasan seksual, kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja, aborsi remaja, pernikahan usia muda dan sejenisnya, yang nampaknya masih belum banyak diangkat secara mendalam, baru dibahas permukaannya saja, sehingga seolah-olah problem ini dianggap kasus yang semakin biasa terdengar dan tidak begitu penting untuk dikaji lebih jauh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dalam pendampingan oleh KISARA PKBI Bali, usia 10 sampai dengan 24 tahun adalah sasaran utama program komunikasi, informasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi, seksual, termasuk hak reproduksi, HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Arus informasi melalui media masa baik berupa majalah, surat kabar, tabloid maupun media elektronik seperti radio, televisi, dan komputer, mempercepat terjadinya perubahan. Meskipun arus informasi ini menunjang berbagai sektor pembangunan, namun arus informasi ini juga melemahkan sistem sosial ekonomi yang menunjang masyarakat Indonesia. Remaja merupakan salah satu kelompok penduduk yang mudah terpengaruh oleh arus informasi baik yang negatif maupun yang positif. Perbaikan status wanita, yang terjadi lebih cepat sebagai akibat dari transisi demografi dan program keluarga berencana telah mengakibatkan meningkatnya umur kawin pertama dan bertambah besarnya proporsi remaja yang belum kawin. Hal ini adalah akibat dari makin banyaknya remaja baik laki-laki maupun perempuan yang meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan makin banyaknya remaja yang berpartisipasi dalam pasar kerja. Panjangnya waktu dalam status lajang maupun kesempatan mempunyai penghasilan mempengaruhi remaja untuk berperilaku berisiko antara lain menjalin hubungan seksual pranikahl, minuman keras, narkoba yang dapat mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan dan risiko reproduksi lainnya, juga tertular infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span>BEBERAPA KAJIAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Beberapa hal yang perlu disebutkan dalam kajian di sini antara lain adalah yang pertama, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)<span> </span>pada pertemuan “Gawe Bareng Remaja” April 2005 di Yogyakarta menyebutkan bahwa masalah remaja Indonesia pada intinya hampir sama, yaitu: minimnya pengetahuan tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi karena terbatasnya akses informasi dan advokasi remaja, tidak adanya akses pelayanan yang ramah remaja, belum adanya kurikulum Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di sekolah, masih terbatasnya institusi di pemerintah yang menangani remaja secatra khusus dan belum ada undang-undang yang mengakomodir hak-hak remaja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Departemen Pendidikan Nasional dalam pertemuan dan Lokakarya Nasional Kehamilan Tidak Diinginkan di akhir Nopember 2005 lalu menyebutkan bahwa pada intinya mereka menyetujui bahwa KRR itu penting dan sudah diupayakan diberikan secara umum melalui mata pelajaran Penjaskes, IPA dan Agama, tetapi secara khusus masih dalam kuantitas yang sangat sedikit (2 jam) di Penjaskes SMA bila dilihat dari kurikulum nasional 1994. Dan disimpulkan pula bahwa sesungguhnya pendidikan KRR di sekolah masih belum berjalan. Hal ini dikarenakan ketidaksiapan tenaga pendidik, terbatasnya bahan ajar bagi guru, masih dianggap tabu dan banyaknya hambatan kultural. Sehingga perlu sekali terobosan yang dilakukan baik lewat jalur kurikuler, ekstrakurikuler maupun kegiatan khusus bekerjasama dengan lembaga lain. Lewat jalur kurikuler sudah ada pengembangan dengan diupayakan lewat kurikulum 2004 yang memasukkan materi “Sistem Reproduksi Manusia” pada mata pelajaran Biologi di kelas II SMA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dalam Simposium Nasional Pentingnya Pendidikan Seks buat Remaja, tahun 2002 yang lalu disebutkan juga bahwa tantangan dalam pelaksanaan program-program KRR di Indonesia, antara lain : tidak adanya aturan hukum yang mendukung.Undang-Undang Kependudukan No.10 tahun 1992 masih menyebutkan melarang<span> </span>pemberian informasi seksual dan pelayanan bagi orang yang belum menikah, meningkatnya angka kejadian seks pranikah, faktor-faktor demografi berupa : meningkatnya usia perkawinan, migrasi desa ke kota yang sangat cepat, perubahan sosial yang terjadi sebagai akibat dari : <em>1) break down in social and family support systems, 2) rising school enrolment at high school and university leads to separation of young people from family, 3) rising exposure to mass-media, girl/boy relationships, access to illicit materials, 4) increasing number of adolescent girls enter into sex industry for economic reasons</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>BKKBN<span> </span>Propinsi Bali, dalam koordinasinya di tahun 2004 menyampaikan bahwa permasalahan KRR adalah sangat penting karena: jumlah remaja yang sangat besar dan remaja adalah aset masa depan, tetapi remaja justru berada dalam periode transisi yang penuh gejolak. Beberapa tantangan yang dihadapi di Bali adalah minimnya sarana dan prasarana, kurangnya melibatkan remaja dalam perencanaan program BKKBN dan sikap <em>stakeholders</em> yang masih belum kondisif, misalnya dalam diskusi tentang pendidikan KRR di sekolah maupun wacana penggunaan kondom dalam kampanye seks yang aman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dalam hal penanganan HIV/AIDS yang juga tidak bisa lepas dari isu KRR, Komisi Penanggulangan AIDS daerah Bali dalam jumpa pers dalam rangka Hari AIDS Sedunia 2005 kemarin menyebutkan bahwa respon yang diberikan terhadap perkembangan kasus HIV/AIDS itu begitu lamban. Karena sebagian masyarakat kita termasuk beberapa pejabat pimpinan daerah masih menganggap HIV/AIDS belum merupakan ancaman serius. Yang kedua adalah karena masih adanya pandangan yang keliru yaitu berupa stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Semua ini bersumber dari kekurang pahaman mengenai sifat penyebaran penyakit tersebut. Upaya pencegahan dan penanggulangan yang masih diwarnai stigma dan diskriminasi akan menjadi melenceng.<span> </span>Bahkan cenderung melanggar HAM, merusak citra serta merugikan dan akhirnya menghambat upaya-upaya berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Masyarakat Bali yang didalam darahnya mengandung virus HIV kini diperkirakan sekitar 3000 orang (estimasi 2003) atau 4000 orang (estimasi 207). Mereka terutama tertular dari hubungan seks beresiko dan penggunaan jarum suntik narkoba bergantian. Mereka tersebar di seluruh Bali, meskipun masih terkonsentrasi di kota Denpasar, kabupaten Badung dan kabupaten Buleleng. Jika kita tidak berbuat apa-apa maka menurut ahli ilmu kesehatan masyarakat Prof. Dr.dr Dewa Wirawan, MPH peristiwa yang akan dialami Bali kira-kira akan sesuai dengan skenario<span> </span>berikut: sekitar 50% dari mereka yang saat ini HIV positif dalam kurun waktu 5 tahun<span> </span>akan memasuki fase AIDS. Kemungkinan sekali separuh dari pengidap AIDS itu yaitu sekitar 750 orang akan membutuhkan perawatan. Tempat tidur yang dimiliki oleh RSUP Sanglah yang merupakan pusat pelayan kesehatan rujukan saja ada sekitar 800an. Bisa jadi sebagian besarnya akan dihuni oleh pengidap AIDS. Belum lagi disusul gelombang penderita baru yang semakin banyak. Kebutuhan akan dokter, perawat, obat, alat dan sebagainya akan juga meningkat. Bahwa di Bali akan berlangsung “ngaben” massal bisa mendekati kenyataan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span><strong>SEKILAS DATA</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Survei Kesehatan Remaja Indonesia (SKRRI) 2002-2003 yang dilakukan oleh BPS menyebutkan laki-laki berusia 20-24 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 57,5 persen dan yang berusia 15-19 tahun sebanyak 43,8 persen. Sedangkan perempuan berusia 20-24 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 63 persen. Perempuan berusia 15-19 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 42,3 persen. Hasil SKRRI 2002-03 menunjukkan bahwa hubungan seksual sebelum menikah umumnya masih ditolak. Namun dalam kondisi tertentu penduduk usia 15-24 tahun belum menikah memberikan toleransi yang cukup besar bagi seseorang melakukan seks pra nikah, terutama jika telah merencanakan untuk menikah. Sekitar 29,6 persen diantara laki-laki berusia 15-24 tahun belum menikah yang setuju dengan seks pra nikah menyatakan bahwa perilaku tersebut boleh dilakukan jika pasangan tersebut akan menikah dan 26,5 persen menyatakan bahwa perilaku tersebut boleh dilakukan jika pasangan tersebut saling mencintai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Litdikkespro Bali pada tahun 2003 menemukan 28,6% istri dari pasangan usia subur telah hamil sebelum perkawinan. Kemudian Depkes RI pada tahun 1995/1996 melakukan survey yang menyebutkan bahwa kehamilan remaja berusia 13-19 tahun di Bali sebanyak 5%.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dari bulan Agustus 2002 hingga Agustus 2003 KISARA PKBI Bali melakukan sebuah survey mengenai sikap dan prilaku pacaran dan aktivitas seksual pada siswa SMP kelas 3 hingga SMA kelas 1 (di bawah 17 tahun) di sekolah di daerah Denpasar, Badung,Tabanan dan Gianyar. Tercatat bahwa yang pernah pacaran adalah sejumlah 526 atau 23,75% dari total 2215 responden. Tidak satupun (0%) yang menyatakan bahwa hubungan seksual sebelum menikah itu boleh. Hal yang sama ditemukan pada pertanyaan apakah aktivitas <em>petting, anal seks, oral seks</em> diperbolehkan selama belum menikah. Yang diperbolehkan menurut responden adalah masturbasi, disebutkan oleh 44,15% responden, ciuman bibir (21,58%), cium kening/pipi (55,85). Tetapi ketika ditanyakan dengan aktivitas mana yang sudah mereka lakukan (dihitung dari yang sudah pernah pacaran), ditemukan data bahwa 2,28% sudah melakukan hubungan seksual, dan 0,57% sudah melakukan salah satu dari <em>petting, anal seks, oral seks.</em> Ciuman bibir sudah dilakukan oleh 13,12% responden yang sudah pernah pacaran, ciuman kening/pipi (26,24%), masturbasi dilakukan oleh 51,63% laki-laki, pada perempuan 3,32%.</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align: justify;"><span>WHO memperkirakan 10-50% kematian ibu disebabkan oleh aborsi tergantung kondisi masing-masing negara. Diperkirakan di seluruh dunia setiap tahun dilakukan 20 juta aborsi tidak aman, 70.000 wanita meninggal akibat aborsi tidak aman dan 1 dari 8 kematian ibu disebabkan oleh aborsi tidak aman. Di wilayah Asia tenggara, WHO memperkirakan 4,2 juta aborsi dilakukan setiap tahunnya, di antaranya 750.000 sampai 1,5 juta terjadi di Indonesia. Perkiraan jumlah aborsi di Indonesia setiap tahunnya cukup beragam.<span> </span>Hull, Sarwono dan Widyantoro (1993) memperkirakan antara 750.000 hingga 1.000.000 atau 18 aborsi per 100 kehamilan. Sedangkan sebuah studi terbaru yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia memperkirakan angka kejadian aborsi di Indonesia per tahunnya sebesar 2 juta (Utomo dkk 2001). Aborsi yang tidak aman saat ini di Indonesia berkontribusi terhadap 30-50% Angka Kematian Ibu (AKI). Ini merupakan yang tertinggi di ASEAN.</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align: justify;"><span>Hasil studi PKBI sejak tahun 2000-2003 dari 37.000 kasus KTD, ternyata 27% di antaranya belum menikah, termasuk 12,5% di natranya masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Studi ini melibatkan 9 kota, salah satunya Denpasar. Kemudian juga studi kualitatif PKBI selama tahun 2005 lalu menyebutkan bahwa persentase KTD remaja tertinggi ada di Denpasar, Mataram dan Yogyakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>SKRRI 2002-03 mencatat bahwa 8 dari 10 penduduk berusia 15-24 tahun yang belum menikah pernah mendengar HIV/AIDS namun hanya 3 dari 10 penduduk berusia 15-24 tahun yang belum menikah yang mengetahui secara spesifik satu cara untuk menghindari atau mencegah penularan infeksi ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dalam kurun waktu yang hampir sama dari bulan Nopember 2002 – Nopember 2003, KISARA PKBI Bali juga melakukan sebuah survey di kalangan siswa SMA di Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan yang menyebutkan walaupun 66,82% dari responden bisa menyebutkan pengertian AIDS dengan benar, dan 75,95% juga benar menyebutkan penyebab AIDS, namun<span> </span>hanya 38,98% yang mengerti dengan baik cara penularannya. Bahkan hanya 24,32% yang bisa menyebutkan benar bahan di tubuh penderita yang bisa menularkan virus penyebab AIDS. Di samping itu juga hanya 44,77% yang bisa menjawab dengan benar apa saja cara pencegahan HIV/AIDS. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify;"><span>Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan<span> </span>Departemen Kesehatan RI, melaporkan bahwa sampai dengan Juni 2005 secara komulatif jumlah pengidap infeksi HIV secara nasional sudah mencapai 3.740 orang dan kasus AIDS mencapai 3.358 orang. Kasus AIDS terbanyak dilaporkan dari DKI Jakarta, Papua, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Riau. Rerata komulatif kasus AIDS Nasional berdasar laporan Departemen Kesehatan RI, sampai Juni 2005 sudah mencapai 1,67 jiwa per 100.000 penduduk. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify;"><span>Rerata komulatif kasus AIDS untuk Provinsi Bali pada laporan yang sama berada pada urutan tiga besar yaitu mencapai 2,97 kali angka nasional, setelah Papua (15,36 kali angka naional) dan DKI Jakarta (11,59 kali angka nasional). Adapun cara penularan kasus AIDS dalam skala nasional 47,2 persen melalui IDU (<em>Injecting Drug User/Pengguna Narkoba Suntik</em>), melalui Heteroseksual (36,4 persen) dan melalui Homoseksual (5,8 persen). Proporsi komulatif kasus AIDS tertinggi ada pada kelompok umur 20-29 tahun (53,9 persen) disusul kelompok umur 30-39 tahun (25,6 persen) dan kelompok umur 40-49 tahun (8,5 persen). </span><span style="color: #003300;">Permasalahan HIV/AIDS dewasa ini menjadi semakin penting mendapat perhatian semua pihak, karena sudah merupakan ancaman serius umat manusia di dunia. Khusus untuk kondisi Provinsi Bali, berdasar pada beberapa hasil survei, sekitar 1 persen penduduk laki-laki rentan di pedesaan maupun di perkotaan sudah terinveksi HIV. Sekitar 10 persen wanita penjaja seks (WPS) dan 50 sampai 70 persen pemakai narkoba suntik (IDU) di Bali sudah terinfeksi HIV. Jumlah penduduk di Bali yang saat ini diperkirakan telah dan atau sedang terinfeksi HIV mencapai 3.000 orang, dari jumlah itu, 1.900 orang laki-laki maupun perempuan diperkirakan terinfeksi melalui penularan hubungan seksual dan 1.100 orang terinfeksi melalui pertukaran jarum suntik pemakai narkoba. Dilaporkan pula, bayi dan anak-anak juga telah dijumpai tertular HIV dari ibu yang positive HIV. Sejak 1994, kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang sudah dilaksanakan di Provinsi Bali lebih difokuskan pada kelompok penduduk perilaku risiko tinggi, seksual maupun IDU atau kelompok penduduk High Risk Community agar tidak terinfeksi HIV (HIV+ Poeple). Perkembangan kasus HIV/AIDS yang semakin pesat, semakin membuka pemahaman pihak-pihak terkait berupaya melakukan pencegahan dan penannggulangan secara menyeluruh dan sistematis di masyarakat.</span></p>
<p><span style="color: #003300;"><strong>REGULASI DAN KOMITMEN</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Sedikit sekali munculnya perubahan regulasi maupun perkembangan yang berarti dari undang-undang maupun aturan di daerah yang pro remaja. Padahal berbagai kebijakan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia sebenarnya mulai mengacu pada kesepakatan ICPD di Kairo, yang diselenggarakan sudah sebelas tahun yang lalu yaitu tahun 1994, di sebuah konferensi kependudukan yang melahirkan sebuah komitmen tentang pemberdayaan remaja dan pemenuhan hak-hak remaja dan hak-hak reproduksi. Salah satunya adalah tentang upaya pemberian informasi, konseling dan pelayanan kesehatan reproduksi yang seluas-luasnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Akhirnya upaya yang paling strategis sebagai langkah awal mungkin adalah lewat berbagai deklarasi dan komitmen-komitmen yang tentunya kekuatan hukumnya masih sangat lemah. Di Bali, tahun 2004 yang lalu, berbagai elemen lembaga peduli permasalahan kesehatan reproduksi remaja berkumpul dalam acara “Ajang Ngumpul Remaja” yang menyepakati bersama dalam sebuah deklarasi berjudul “Suara Remaja” yang berupa deklarasi sebagi berikut: Kami remaja Indonesia, Kami mendesak pemerintah, legislatif, masyarakat termasuk orang tua, dan sektor swasta untuk: 1) Menyediakan akses, informasi, pelayanan, pendidikan, dan perlindungan bagi kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual remaja di sekolah maupun luar sekolah dengan mengedepankan prinsip yang bersahabat dengan remaja (komunikatif, profesional, mudah dijangkau, dan menghormati hak-hak remaja). 2) Melibatkan remaja secara aktif untuk berpartisipasi dalam penyusunan, implementasi serta monitaring dan evaluasi program dan kebijakan kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual remaja. 3) Melibatkan remaja secara aktif dalam proses pembahasan RUU Kependudukan tahun 2004 terutama pada pasal-pasal yang berkaitan dengan remaja. 4) Mengimplementasikan dan mensosialisasikan program dan kebijakan kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual remaja secara sinergis dalam dan antar instansi, masyarakat, dan mass media. 5) Mengalokasikan sumber pendanaan dan sumber daya lainnya secara proporsional untuk penyediaan informasi, pelayanan, pendidikan dan perlindungan remaja atas risiko dan dampak kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual remaja. 6) Memfasilitasi pembentukan Komisi Nasional Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Seksual Remaja yang independen yang berperan sebagai lembaga konsultatif, koordinatif serta monitoring program dan kebijakan yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual remaja.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Mengenai pendidikan kesehatan reproduksi, di Bali ada perkembangan cukup menggembirakan dengan dimotori oleh Departemen Pendidikan Kota Denpasar bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Bali, malah sudah selangkah lebih maju dengan telah menerapkan muatan silabus kurikulum HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi yang secara tekstual menginsersi materi ini ke dalam kurikulum sekolah dan telah melatih guru-guru pengajarnya mulai kelas 1 SMP hingga kelas 2 SMA. Yang dipakai sebagai bidang studi yang terintegrasi adalah satu pelajaran saja agar bisa lebih mudah diukur dan dievaluasi secara kognitif dan afektifnya. Dalam tingkat SMP dipilih pelajaran IPA, sedangkan di tingkat SMA kelas 1 di Biologi, di kelas 2 adalah Biologi untuk yang memilih jurusan IPA dan Sosiologi untuk yang jurusan IPS. Hal ini sudah dimulai pada tahun ajaran ini. Untuk meningkatkan tingkat psikomotor siswa, telah dilakukan upaya pembentukan dan revitalisasi Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) sebagai sebuah kelompok ekstrakurikuler.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Akses kepada alat kontrasepsi juga masih sangat terbatas. Beberapa macam model kampanye telah dilakukan oleh berbagai lembaga, baik LSM maupun juga pihak swasta untuk mensosialisasikan penggunaan kondom. Termasuk sempat menyediakan mesin ATM kondom kerjasama BKKBN propinsi Bali dengan PKBI daerah Bali. Tetapi angka penggunaan kondom masih rendah, yaitu sekitar 20-30%.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Di dunia terdapat sekitar 40 juta ODHA, dan setiap harinya 14.000 orang terinfeksi HIV. Dalam setiap enam detik terdapat penambahan satu kasus baru. Sehingga penghapusan pelacuran dan narkoba yang memerlukan usaha dan waktu yang sangat lama, sulit menjamin penghapusan HIV/AIDS dari muka bumi. Oleh karena itu gelombang tsunami epidemi HIV harus dicegah terlebih dahulu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Memahami keadaan ini dan mengacu kepada Komitmen Sentani maka pada tanggal 7 Mei 2004, jajaran pimpinan daerah di Bali, menandatangani Komitmen Sanur. Komitmen Sanur mengandung delapan butir kegiatan yang harus dilaksanakan: 1) meningkatkan penggunaan kondom pada setiap aktivitas seksual beresiko dengan target 60% pada akhir tahun 2005 dan menjadi 80% akhir 2007; 2) meningkatkan jangkauan dan cakupan kegiatan pengurangan dampak buruk pada semua penggunaan narkoba suntik termasuk di Lapas dengan target 75% pada akhir tahun 2005; 3) meningkatkan pelayanan dan dukungan yang komprehensif termasuk pemberian ARV pada setiap ODHA sekurang-kurangnya 200 orang pada akhir 2005 dan 500 orang pada akhir 2007; 4) mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA; 5) memperkuat dan memberdayakan peran dan fungsi KPAD Propinsi/Kabupaten/Kota di Bali; 6) mengupayakan dukungan peraturan perundangan dan penganggaran untuk pelaksanaan penangulangan HIV/.AIDS; 7) meningkatkan kampanye penanggulangan HIV/AIDS dengan melaksanakan pendidikan perubahan perilaku melalui semua jalur; <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" /> menggalang keterlibatan semua komponen masyarakat baik pemerintah, lembaga non-pemerintah, kelompok maupun perorangan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Saat ini di Bali telah memiliki Peraturan Daerah No.3 Tahun 2006, sebuah Perda Penanggulangan HIV/AIDS di Bali.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong>PROGRAM DAN RESPON DARI PEMERINTAH DAN LSM</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Strategi program yang bisa dikembangkan dalam program KRR adalah beberapa hal berupa: mengembangkan seluas-luasnya pusat informasi dan pelayanan remaja yang ramah remaja, mengembangkan media informasi dan pendidikan, mengintegrasikan program remaja ke dalam program pencegahan HIV/AIDS dan IMS, memperkuat jaringan dan sistem rujukan ke pusat pelayanan kesehatan yang relevan, memperkuat pelayanan dan informasi bagi remaja termasuk meningkatkan perlindungan bagi remaja putri dan anak-anak untuk menghindari segala upaya eksploitasi dan kekerasan anak dan remaja. Juga melaksanakan penelitian atau riset tentang KRR dan kebijakan hak-hak reproduksi remaja, melatih orang tua dan guru tentang KRR dan hak-hak reproduksi remaja, meningkatkan kapasitas staf dan relawan youth center untuk memberikan pelayanan ramah remaja dan mengembangkan advokasi dengan isu pemenuhan hak-hak reproduksi remaja.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Dari pihak pemerintah, yang mendapatkan porsi cukup besar menyelenggarakan program KRR ini adalah BKKBN dan Biro BKPP setda Bali, serta beberapa dinas terkait juga ada mengambil beberapa program yang juga menyasar permasalahan kesehatan reproduksi, misalnya Dinas Pendidikan &amp; Kebudayaan dan Dinas Kesehatan. BKKBN menggunakan strategi pelaksanaan program berupa kemitraan yang sejajar dengan lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kemanusiaan lainnya BKKBN saat ini mengembangkan empat pendekatan: institusi keluarga, kelompok remaja sebaya, institusi sekolah, dan tempat kerja Kebijakan yang dilaksanakan ke depan adalah peningkatan promosi KRR, peningkatan advokasi KRR, pengembangan KIE, peningkatan konseling KRR, peningkatan dukungan pelayanan bagi remaja dengan masalah khusus, peningkatan dukungan bagi kegiatan remaja yang positif. Melaui strategi: kemitraan dan pemberdayaan remaja Dengan beberapa pencapaian BKKBN propinsi Bali berupa kemitraan dengan LSM dalam bentuk PIK-KRR, pembinaan kelompok keluarga peduli remaja, bermitra dalam pembinaan kelompok remaja, pelatihan remaja dan orang tua sebagai fasilitator program KRR.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Departemen Pendidikan Kota Denpasar sudah menerapkan muatan silabus kurikulum HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi di sekolah. Juga telah melakukan pembentukan dan revitalisasi Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) sebagai sebuah kelompok ekstrakurikuler termasuk pembentukan forum guru pembinanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Secara sekilas juga bisa disampaikan bahwa untuk wilayah Propinsi Bali, upaya sosialisasi kegiatan kesehatan reproduksi masih dimotori oleh LSM PKBI Daerah Bali, dengan tulang punggungnya adalah KISARA untuk program KRR nya sejak tahun 1994. KISARA PKBI Bali juga berkontribusi dalam memposisikan salah satu relawannya sebagai salah satu anggota dari 20 anggota Indonesia Youth Partnership (IYP), yang merupakan relawan remaja yang diposisikan sebagai advokat remaja. Yang agendanya adalah membahas isu KRR local ke level nasional dan membahasnya bersama dengan pihak legislative langsung (DPR).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Beberapa jaringan kerjasama antar lembaga juga dikembangkan di Bali antar LSM yang sama-sama bergerak di bidang kesehatan reproduksi, seksualitas, AIDS dan narkoba. Di samping PKBI dan KISARA juga ada Yayasan Sehati dan Yayasan Rama Sesana yang berkonsentrasi di pendampingan kesehatan reproduksi perempuan, Yayasan Kerti Praja dan Yayasan Citra Usadha di pendampingan pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada kalangan berisiko tinggi, Baliplus di pemberian dukungan terhadap ODHA. Kemudian ada Yakeba, Yayasan hati-hati dan Matahati yang bergerak di pendampingan pecandu narkoba dan harm reduction (upaya mengurangi dampak buruk penggunaan narkoba suntik), Yakita dan Yayasan Bali Nurani di bidang rehabilitasi pecandu narkoba, Kelompok Tunjung Putih yang melakukan pembinaan terhadap ODHA perempuan dan juga beberapa lembaga pendampingan terhadap kasus pelecehan dan kekerasan perempuan seperti Bali Sruti dan LBH Bali. Dari sektor swasta juga telah terbentuk sebuah komunitas peduli HIV/AIDS dan beasiswa kepada anak ODHA yang bernama Bali Community Cares (BCC), yang saat ini tengah memproduksi film HIV/AIDS remaja bersama KISARA berjudul “3 Ruang” yang akan menjadi salah satu media utama kampanye HIV/AIDS di Bali tahun 2006.<br />
LIFE SKILL</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">BKKBN menyebutkan tantangan mereka adalah kurangnya upaya pelibatan dan pemberdayaan remaja sejak dari mulainya perencanaan program, dan beberapa kegiatan yang sifatnya meningkatkan kemampuan psikomotor juga dari instatnsi pemerintah secara umum di materi kesehatan reproduksi masih sangat kurang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Pendekatan yang sudah berjalan cukup lama justru dilakukan oleh beberapa LSM dengan mengikutsertakan remaja dan siswa sekolah dalam kegiatannya. Sejak tahun 1994 KISARA PKBI Bali melakukan pemberdayaan di bidang kesehatan reproduksi dan pengembangan life skill dengan merekrut langsung remaja sebagai relawan remaja, yang selanjutnya diberdayakan lewat berbagai pelatihan remaja. Atau juga dengan mengundang remaja sekolah ikut dalam beberapa pelatihan tersebut. Sejak dua tahun belakangan ini juga UNICEF ikut memberdayakan remaja lewat program Muda Berdaya yang dijalani oleh Yakita, tetapi masih terbatas di pendampingan akan bahaya narkoba. BKKBN propinsi Bali juga mulai tahun ini mengembangkan pendidik sebaya berlabel PIK-KRR di masing-masing kabupaten yang ada di Bali yang muatan juga di samping pemberdayaan pendidik sebaya, juga ada muatan pemberian life skill di dalamnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Yang cukup menarik adalah revitalisasi KSPAN oleh Dinas Pendidikan Kota Denpasar bekerjasama dengan KPA propinsi Bali. KSPAN awalnya dibentuk di masing-masing sekolah di tingkat SMP dan SMA di Denpasar, sebagai sebuah kelompok ekstrakurikuler. KSPAN diharapkan sebagai jembatan untuk upaya penyeimbang materi HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi yang telah diberikan dalam kurikulum terintegrasi yang sifatnya meningkatkan kognitif dan afektif saja, sedangkan KSPAN adalah upaya menmingkatkan kemampuan psikomotornya, dan materi-materi life skill akan banyak diinsersi di kelompok ini. Saat ini di Denpasar sudah terbentuk Forum Guru Pembina KSPA tingkat SMP dan SMA. Revitalisasi KSPAN ini sekarang sudah dilakukan di seluruh kabupaten di Bali.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong>PROGRAM DAKU! </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Salah satu bentuk upaya melakukan sosialisasi dan pemberdayaan remaja sekolah dalam hal penyadaran hak-hak reproduksi dan seksualitasnya adalah lewat program edukasi berbasiskan teknologi informatika dalam kemasan CD-ROM dengan program flash, bernama DAKU! (Dunia Remajaku, Seru!). Program ini disupport sepenuhnya oleh World Population Foundation (WPF). Modul DAKU! merupakan panduan bagi remaja dalam proses mengembangkan citra diri yang realistis, rasa percaya diri, menerima perubahan saat pubertas, memahami peranan jender untuk menjadi lebih mandiri, membina hubungan, memiliki keputusan mengenai aktivitas kegiatan seksual, dan kemampuan bernegosiasi untuk tidak melakukan hubungan seksual atau berperilaku yang aman. Modul ini memandu remaja dan mendukung usaha untuk mencegah terjadinya Kehamilan Tidak Dikehendaki (KTD) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS. Pelajaran terakhir pada modul adalah membahas masalah kesehatan reproduksi dan seksual serta dampaknya; misalnya membantu remaja menghadapinya dan mencari dukungan untuk masalah kesehatan reproduksi/seksual; memahami, menghindari dan menangani pelecehan dan kekerasan seksual. DAKU! sangat tepat dan cocok untuk dilaksanakan di Bali, khususnya di Denpasar. Program ini diadaptasi dari program World Starts With Me (WSWM) yang dimulai di Uganda, bersama yayasan Pelita Ilmu (YPI), program WSWM ini diadaptasi menjadi DAKU! di Indonesia.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Di Bali, sekolah yang telah bisa bekerjasama untuk melaksanakan program DAKU! ini adalah SMA 4 Denpasar, SMA 2 Denpasar dan SMA 3 Denpasar. Dengan pertimbangan secara teknis mereka juga sudah lebih siap dibanding sekolah lainnya. Ketiga sekolah ini sudah menyeleksi dan merekomendasikan 3 orang gurunya untuk bisa terlibat di program DAKU! ini dan telah bersedia bekerja sama dalam pelaksanaan DAKU! sebagai guru-guru yang bisa mengajarkan permasalahan kesehatan reproduksi dan seksualitas kepada siswanya. Untuk tahun ajaran baru ini ada 6 sekolah baru yang bergabung ikut menyelenggarakan program DAKU! yaitu SMA 1 Denpasar, SMA 5 Denpasar, SMA Saraswati, SMA Kertha Wisata, SMKTI Global dan Sekolah Dyatmika. Bahkan Sekolah Dyatmika sepakat menjalankan program ini sebagai program intrakurikuler penuh.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong>LAINNYA</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Dalam waktu dekat juga akan dimunculkan kegiatan pendukung untuk bisa menampung aktivitas remaja, memberikan akses informasi dan pelayanan kepada permasalahan remaja yang akan didukung oleh Ford Foundation dalam bentuk dukungan untuk wadah Integrated Youth Center (Rumah Remaja), yang konsepnya segera dicobakan lewat KISARA PKBI Bali. (okanegara)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/2008/08/23/sexualitysexual-health/permasalahan-kespro-seksual-remaja-bali.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mohon Maaf..</title>
		<link>http://okanegara.com/2008/08/22/fredi-jamil/mohon-maaf.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/2008/08/22/fredi-jamil/mohon-maaf.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 11:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fredi &amp; Jamil]]></category>

		<category><![CDATA[Maaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Postingan blog semingguan ini masih seputar aktivitas pribadi. Beberapa tulisan tentang seksualitas akan segera ditulis. Sebenarnya sudah jauh hari saya juga merencanakan posting beberapa tulisan seputar seksualitas jalanan hasil diskusi, cerita lapangan, cerita di jalan yang mengambil tokoh sentral Fredi dan Jamil. Kedua nama ini hanya nama gubahan, tetapi mengambil inspirasi dari beberapa pengalaman diskusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Postingan blog semingguan ini masih seputar aktivitas pribadi. Beberapa tulisan tentang seksualitas akan segera ditulis. Sebenarnya sudah jauh hari saya juga merencanakan posting beberapa tulisan seputar seksualitas jalanan hasil diskusi, cerita lapangan, cerita di jalan yang mengambil tokoh sentral Fredi dan Jamil. Kedua nama ini hanya nama gubahan, tetapi mengambil inspirasi dari beberapa pengalaman diskusi dan debat saya dengan dua orang anak manusia yang memang benar ada, yang sering mampir ke klinik sejak lima tahun yang lalu. Sering bicara tentang seluk beluk seksualitas jalanan terkini, karena mereka banyak punya cerita. Laki-laki dunia malam, seperti itulah. Dua orang ini malah sering saya jejali informasi tentang informasi seksualitas yang lebih ilmiah. Biar tidak hanya mitos belaka yang diserap. Tapi, tanpa kabar sebelumnya, salah satunya-Fredi-tadi mengirimkan SMS ini:<span id="more-233"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">.<em>..&#8221;bro, dok oke,  slamat galungan  n kuningan.  sekalian  aq mau bilang pamit pindah ke suraby. minta maap kalo ada salah. tk u sudah ngasi ilmu banyk. aq tunggu kapan cerita tentang aq dan big J masuk di web. tk u udah beresin problem2 aq. oya maap udah sering pake  laptopnya buat kirim2  komentar2  sembarangan ke web nya  temen2 nya dok. si big J juga sering adu jihad di web, hehe. maap. buzzway, big J tolong dikabari. kayaknya dia masih main dg tante2 canggu  itu haa. oy gitar bolong lolotnya aq titip di karin. thx bro&#8230;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ups, selamat dengan kerjaan barunya Fred. Sudah lama tidak bertemu mereka berdua. Malah seminggu lalu sempat bertemu dengan Ayuk, pacarnya Fredi. Sekarang Fredi ke Surabaya, Jamil entah kemana bermain dengan kehidupannya. Tapi, saya terkejut sekali dengan kata demi kata yang ada di SMS ini. Saya coba telpon, tapi tidak aktif.  Maksudnya gimana nih?  Memang laptop yang saya bawa ini sudah lama jadi laptop sejuta umat. Anak-anak Kisara, anak-anak yang sering ngumpul di klinik, orang rumah juga sering memakainya. Bisa jadi memang akhirnya disalahgunakan. Pfiuh..kalau benar ini terjadi, dan ada yang membuat perasaan tidak enak karena ada komentar aneh-aneh menggunakan ID saya, mohon dimaafkan. Sekali lagi mohon dimaafkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan, mungkin mulai dua mingguan lagi-setelah saya selesai dengan PIS (Pelatihan Intensif Seksologi), atas permintaan Fredi juga, saya akan posting  katagori baru tentang  Fredi dan Jamil.  Ditunggu saja deh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/2008/08/22/fredi-jamil/mohon-maaf.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Galungan dan Kuningan</title>
		<link>http://okanegara.com/2008/08/20/flashback/selamat-galungan-dan-kuningan.html</link>
		<comments>http://okanegara.com/2008/08/20/flashback/selamat-galungan-dan-kuningan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 05:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Intuisi &amp; Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Me,My Flashback]]></category>

		<category><![CDATA[galungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Terlepas dari kontroversi historis politis kompetisi antara penganut Siwa dan Wisnu di Bali dengan memojokkan sosok Maya Denawa yang berakhir lahirnya Hari Raya Galungan. Terlepas dari belum terkriyakannya dharma dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Terlepas dari dinamika kebangkitan dan hausnya pembelajaran rohani tentang ajaran dharma. Saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Semoga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/08/galkun.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-222" title="galkun" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2008/08/galkun-300x225.jpg" alt="" width="252" height="189" /></a>Terlepas dari kontroversi historis politis kompetisi antara penganut Siwa dan Wisnu di Bali dengan memojokkan sosok Maya Denawa yang berakhir lahirnya Hari Raya Galungan. Terlepas dari belum terkriyakannya dharma dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Terlepas dari dinamika kebangkitan dan hausnya pembelajaran rohani tentang ajaran dharma. Saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Semoga Galungan dan Kuningan ini membawa berkah dan kedamaian buat semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut saya kutipkan puisi indah dari maestro sastrawati muda sangat potensial dari Bali, Cok Sawitri, yang juga sesepuh Kelompok Tulus Ngayah yang mengirimkan puisi ini lewat email. Indah sekali.<span id="more-221"></span></p>
<p><strong>Selamat Galungan dan Kuningan</strong></p>
<p>Berbahagia aku, berbahagia ia, kuharap,<br />
sebab memenangkan dharma tak cuma dalam upacara dan kata-kata.<br />
Terharu aku, terisak ia, saat saksikan aku dalam ia,<br />
merayakan kemenangan tanpa ikut memperjuangkan.<br />
Sebabnya aku, bersimpuh ia bersama aku, membiarkan diri melepas semua keinginan,<br />
seperti melepas cabang-cabang dari pohon: tak cukup itu untuk perayaan.<br />
Maka hari ini aku mencabut akar-akarnya.<br />
Jadi awal aku dan ia, menanti kemenangan dharma  dalam terharu aku, terisak ia,<br />
bersama sejati merayakan kemenanganmu.</p>
<p><strong>Cok Sawitri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://okanegara.com/2008/08/20/flashback/selamat-galungan-dan-kuningan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
