Wanda dan Windi
By oka negara on Jul 8, 2008 in Intuisi & Puisi, Me&Mylife
Tidak harus hanya seorang nabi atau tidak perlu menjadi nabi untuk membuat keajaiban. Seorang single mother yang dengan gembira bisa membesarkan anak-anaknya, masih sempat mengantarkan anak-anaknya untuk les piano dan menemani bermain bola, itu adalah keajaiban. Ketika seorang remaja mampu menolak tawaran buat menghisap ganja dan minum alkohol dari teman-teman sebaya genknya dan lebih memilih untuk belajar diskusi dengan kelompok teater di sekolahnya, itu juga adalah keajaiban.
Maunya saya posting tulisan buat mengcounter sebuah hoax tentang progesterex dan satu lagi tulisan tentang updating kanker serviks, tapi entah kenapa saya ingin posting dulu tulisan ini. Mungkin ini karena ada benang merahnya dengan apa yang sedang saya kerjakan. Rencananya dalam waktu dekat, saya dengan dokter Sutarsa, dibantu dengan Tika, Ikha, Wiwik dan Anton dari project Rumah Remaja, mulai bergerak untuk melakukan penggalian need assesment lanjutan dan memfasilitasi pendampingan kesehatan reproduksi dan seksualitas untuk remaja dari mainstream difabel (inggris: difable=differently abled) atau dari kalangan cacat. Ini sesuatu yang baru di Bali, bahkan juga Indonesia. Pernah membayangkan seorang remaja putri tuna grahita (cacat mental) sedang menstruasi? Darah menstruasinya dibiarkan mengalir ke sana-sini sembarangan sehingga bau amis di mana-mana? Atau malah pembalut yang disiapkan buatnya dijadikan penyeka keringat mukanya, bukan buat tampon darah menstruasinya. Pernah membayangkan bagaimana remaja putra tuna grahita sedang bergairah seksual? Ada yang saling bekejar-kejaran, sembarangan mencium dan asal meraba-raba dada sambil memegang-megang kelamin teman lawan jenisnya sambil tertawa-tawa. Atau mungkin sudah sering mendengar kasus pelecehan seksual oleh orang normal kepada perempuan yang cacat mental? Bahkan sampai hamil. Mereka ini tidak benar-benar paham dengan seksualitasnya. Akhirnya memang banyak masalah. Yang ternyata sangat jarang terungkap. Dan ini yang juga kami coba kerjakan.
Tapi posting ini bukan tentang kerjaan yang ini. Hanya suasananya saja. Tulisan ini tentang apa yang baru saya tonton di televisi sepulang beraktivitas tadi sore. Sambil melepas lelah saya tidur-tiduran di depan televisi. Tumben bisa sempat santai. Di televisi Indosiar menayangkan acara live; Super Twin. Acara ini sepertinya memang hanya buat hiburan yang menurut saya tidak terlalu jelas manfaatnya. Murni hiburan. Paslah buat saya relaksasi. Sebelumnya mungkin banyak juga acara sejenis ini. Menjual kelucuan dan improvisasi para pengisi acaranya. Eko Patrio, Ruben, Ivan Gunawan, dst. Jadi tidak perlu diapresiasi tentang kualitasnya. Hanya saja, hari ini ada yang lain. Membuat saya jadi lebih serius. Saya lihat jam menunjukkan pukul 9.20 malam saat saya mulai menonton. Ada sepasang anak kembar, sepertinya kembar identik perempuan, kelihatan belum lewat dari sebelas tahun, bernyanyi penuh semangat diiringi sebuah band yang namanya Repvblik. Sepertinya band ini juga sedang naik daun, Saya tidak tahu judul lagunya, tetapi sudah sangat sering lagu ini saya dengarkan, yang memang punyanya band Repvblik. Kedua kembar ini menyanyikannya dengan sangat fals, intonasi sembarangan, pitch nggak kena, tapi yang membuat spesial adalah lagu ini dinyanyikan dengan penuh semangat. Keduanya duduk di kursi roda dengan pandangan mata hampa tidak jelas kemana. Memegang mike pun tidak benar-benar mengarah ke mulutnya. Sepasang anak kembar ini akhirnya saya tahu bernama Wanda dan Windi. Keduanya kembar. Tetapi mengalami kecacatan. Di samping lumpuh, juga tuna grahita. Sejak kecil. Mereka terlihat benar-benar semangat dan menikmati sekali tiap detik penampilannya, karena langsung menyanyikan lagu yang mereka sukai bersama band idolanya. Pemandangan kontras terjadi di penonton, hampir semua bergelinang air mata. Saya pun terpengaruh. Bagi saya Wanda dan Windi malam ini luar biasa.
Di depan Eko, Ruben, Ivan (malam ini malih rupa menjadi Madam Igun)-juga ada Sule dan Ulfa, Wanda dan Windi setengah teriak menjawab pertanyaan Ruben kalau mereka senang sekali malam ini. Bahagia malah katanya. Dan dengan jujur mereka bilang malam ini akan bisa mimpi indah. Yang membuat saya tambah merinding, Wanda yang malam ini duduk di kursi roda menggunakan rok lebar, kemeja putih beraksen kotak-kotak dan berbando silver, menyebutkan bahwa ibunya di surga pasti akan senang melihat penampilan mereka berdua malam ini. Saya lagi-lagi tersentuh, karena memang menurut ayahnya, yang kebetulan dipanggil juga ke panggung, ibunya baru saja meninggal Februari 2008 ini. Si kembar satu lagi, Windi yang tampil dengan celana panjang jins, kemeja putih dan berbando putih, bilang bangga kalau ternyata mereka bisa tampil menghibur dan diterima penonton. Dia sebut juga kalau dia yakin malam ini ibunya hadir juga bersama mereka.
Apa yang terjadi malam ini bukti bahwa setiap orang bisa tampil ceria, sesuai apa yang diinginkan bila mau. Apapun keadaannya. Jika melihat penampilan mereka malam ini, pasti mengerti maksud saya dan bisa merasakannya. Dan menurut saya inilah keajaiban. Semoga Wanda dan Windi bisa jadi inspirasi buat semua. Dan bukan untuk dieksploitasi semata.
Pfiuh, kok jadi sentimentil begini belakangan ini.






saia juga nonton tuh dok…
blad | Jul 8, 2008 | Reply
@ blad: tumben saja sempat nonton, dan saya tersentuh. di saat orang yang normal saat ini mengejar materi semata, mengeluh, mengeluh dan mengeluh, seringkali lupa ada yang lebih tidak beruntung. dan mereka sanggup hidup yang sesungguhnya.miracle.
oka negara | Jul 9, 2008 | Reply
wah om…
semangat yaah…
mulia banget lho, ternyata ada sisi yang kayak gitu juga yah, saya baru tahu…
semoga berjalan lancar deh programnya…
amin..
good luck om
Amrul | Jul 9, 2008 | Reply
Idenya luar biasa nih dok… belum pernah terpikirkan sebelumnya. Salut!
Deddy | Jul 9, 2008 | Reply
Sentimentil? Kayaknya sudah mulai dekat hari H nih? Nunggu undangan.
imcw | Jul 10, 2008 | Reply
waaahh..
first of all.. selamat atas rumah barunya ya dok..
yang kedua, saiia nonton jugah itu..
truss.. semoga programnyah berjalan lancar..
semangat.. semangat..
ratutebu | Jul 10, 2008 | Reply
semoga programnya sukses dok…
ick | Jul 11, 2008 | Reply
sepikiran dengan imcw…kayaknya mang tinggal nunggu undangan neh he..he..
but, anyway jeg setuju dengan rencananya dok, didukung penuh dengan tenaga kuda dok…
via | Jul 11, 2008 | Reply
Semoga Sukses dok, …..!
artana | Jul 11, 2008 | Reply
ternyata tontonannya dokter yang begituan y…
agung | Jul 11, 2008 | Reply
wahhh salut-salut luar biasa
Gelandangan | Jul 12, 2008 | Reply
@ Amrul: thanks rul..
@ Deddy: doakan semoga bisa dijalankan..
@ imwc: tenang saja nanti diundang deh, kalau jadi
@ ratutebu: thanks juga ya, semoga lancar
@ ick; semoga deh..
@ via: sipp…
@ artana: thanks
@ agung: kan agung yang ngajarin, hehe
@ gelandangan: terimakasih, selamat bertugas juga ya
oka negara | Jul 13, 2008 | Reply
hmm.. untuk sebab itu pula, kami sangat bersyukur putri kami bisa lahir sesuai apa yg kami harapkan-normal Dok.
pandebaik | Jul 13, 2008 | Reply
bener, dok. kemarin pas aku baca blogger tuna netra jg aku gak nyangka. trnyata kita malah kalah sama mereka.
btw, soal proyek pertama itu, tulis lg dong. yg lebih keren. biar aku colong buat balebengong. hehe..
anton | Jul 14, 2008 | Reply
wah, programnya uasik. semoga dananya dah lancar dan bergerak cepat.
luhde | Jul 14, 2008 | Reply
saya juga sempat nonton super twin, tapi sebentar saja dan ga sempat yg ini
di tivi memang sekali acara reality show yg menyentuh hati, contohnya acara “seandainya aku menjadi…”, acara2 seperti itu bagus juga, asalkan pembuat acara tidak hanya mengandalkan kesedihan reality show ini untuk mengeruk keuntungan pribadinya.
wira | Jul 15, 2008 | Reply
@ pandebaik: iya, saya ikut bersyukur juga bli pande
@ anton: oke, begitu konsepnya sudah siap, akan dibagi infonya..tengkiu mas anton
@ luhde: iya nih, nego habis2an dan akhirnya ada yang mau bantu, sekarang tantangannya adalah di sumberdaya kita yang masih belia..
@ wira: iya, jangan sampai kesedihan dijual buat keuntungan.setuju deh.
oka negara | Jul 15, 2008 | Reply