Cekik Banting (episode2)

Marah. Sedih. Gundah. Berbaur. Hari ini kudengar kabar itu. Dua anak remaja. Perempuan. Belum lagi genap lima belas tahun. Lagi-lagi. Masih terlalu muda. Masih terlalu muda tuk memeras lendir. Lagi-lagi. Mereka diperdaya. Ini bukan yang pertama. Sial. Benar-benar diperdaya. Tanpa tahu apa yang kini berbiak di tubuhnya. Dan, orang-orang itu benar-benar bebal. Hanya ingin laba semata. Karena loba dunia. Sial. Di mana mereka. Virus itu akan menjalar kemana-mana. Bukan cuma di tubuhnya. Tapi juga ke tubuh penikmatnya. Andai mereka tahu bagaimana mencegah, tentu tak apa-apa. Tetapi mereka buta wacana. Tidak tahu buat sekedar menjaga. Sial. Benar-benar sial. Andai kutemu mereka. Mereka yang memperdaya itu. Akan kucekik. Kubanting.

Sayang. Aku tidak bisa. Karena tidak tahu. Di mana.

Sial.

(ditulis dalam sedih dan gundah, baru saja pulih dari sakit langsung diberi kabar ada dua pekerja seks remaja baru saja dipindahkan ke Bali, yang kini berstatus HIV positif, diperdaya para penjualnya, dan kabarnya selama melakukan hubungan seksual tidak melakukan pencegahan dengan kondom)

11 Comment(s)

  1. wow,ganti lagi themenya.unik.dan postingnya juga dimulai puitis.
    tapi kalau situasinya memang seperti itu gimana ya dok? ada psk yang nggak mau pake kondom..bakal banyak lagi yang kena apalagi psk nya masih muda.bakal laris…tapi memberantas lokalisasi kan nggak mungkin, rasanya memang pendampingan dengan kondom yang lebih tepat. tetap semangat dok!

    roy | Jul 7, 2008 | Reply

  2. Hanya bisa berharap Dok. Semoga saja gak terjadi pada orang-orang kesayangan kita ya.

    pandebaik | Jul 7, 2008 | Reply

  3. duuh.. jadi miris juga dok..
    kebutaan ada dimana-mana. kadang sering berharap semoga hukum karma lebih cepat bertindak daripada hukum alam.
    jadi sedih…

    Yanuar | Jul 7, 2008 | Reply

  4. dok
    koq isa dari warna item jadi kuning sech
    ajarin donk bwtnya.

    agung | Jul 7, 2008 | Reply

  5. aku bacanya juga ikut gundah dok..

    * sedih * mode on

    Ayuni | Jul 8, 2008 | Reply

  6. @ roy:thanks roy, info ini saya dapat dari salah satu aktivis lapangan, dan kebetulan juga salah seorang jurnalis video dari singapura akan mengadakan peliputan seputar permasalahan ini buat tayangan TV
    @ pandebaik: iya, mudah2an semua berjalan lebih baik
    @ yanuar: sisi lain seperti ini yang perlu banyak diungkap ya
    @ agung: udah langsung bawaan theme nya gung
    @ ayuni: saya ingin sekali bisa ketemu dengan mereka..

    oka negara | Jul 8, 2008 | Reply

  7. aku denger jg soal PSK remaja itu. lalu hanya menghela nafas panjang. PSK selalu saja pd posisi disalahkan. lalu mucikari dan pelanggan bebas berkeliaran.

    uwasu!!

    anton | Jul 8, 2008 | Reply

  8. @ anton: mas anton tentu juga banyak tahu situasinya di lapangan..beginilah kita hidup di dunia ambivalen

    oka negara | Jul 9, 2008 | Reply

  9. kerja sama bareng aparat kepolisian aja om…
    bisa ndak…??

    semoga gak ada kejadian kayak gini lagi…
    kasihan…
    sedih ngedengernya…

    Amrul | Jul 9, 2008 | Reply

  10. @ Amrul: dengan kepolisian? ah, nggak deh rul…underground saja.lebih kena.

    oka negara | Jul 13, 2008 | Reply

  11. waduh dok, kayanya makin parah aja. dulu waktu masih gawe di bandung malah ada bapak yang “nganterin” anaknya ke saritem buat “gawe” dan aku yang ngeliat cuman miris aja dan ngga bisa berbuat apa2
    dua minggu lalu harus pontang panting nelpun jaringan di indramayu karena ada PSK di bali yang mau di rujuk balik ke kampung halaman mereka karena si germo ga mau tanggung jawab dan si PSK ini udah mulai sakit
    sementara di jendela lain aku liat ada temen2 yang sudah mau ARV tapi ARVnya susah diakses, trus ada gubernur baru yang jelas2 nantangin program HR

    sedih dan burnout sama kondisi wacana HIV di indonesia

    kagendra | Jul 14, 2008 | Reply

Post a Comment