Liquid Ecstasy; Semoga Tidak Jadi Trend Berikutnya
By oka negara on Jun 30, 2008 in Drugs Zone, Youth Playroom
Geliat seremonial HANI (Hari Anti narkoba Internasional) 2008 sayup-sayup terdengar. Tapi tentu jangan deh bandingkan HANI 2008 dengan EURO 2008. Kegiatan yang tiap tahunnya identik dengan label “Lights On” (karena biasanya dilakukan aksi penyalaan lampu kendaraan secara serentak di siang hari setiap tanggal 26 Juni) yang dikomandoi BNN dan YCAB, tahun ini masih tetap dilaksanakan oleh beberapa lembaga walau gaungnya masih tenggelam dari maraknya berbagai berita seperti lanjutan kasus demo anarkis dengan penangkapan Ferry Yuliantono, pertaruhan Jerman versus Spanyol di laga final Euro 2008, jatuhnya pesawat Casa TNI AU di lereng Gunung Salak, lanjutan persidangan kasus Jaksa Urip, hingga berita-berita menjelang pilkada Gubernur.
Dua warga Nigeria, Samuel Okoye dan Hansen Anthony, harus mengakhiri hidup di depan regu tembak di Nusakambangan. Jadi sampai saat ini lima orang sudah dieksekusi. Sisanya 67 orang yang juga divonis mati karena kasus narkoba akan menyusul upaya hukum selanjutnya. Kapolri Jendral Polisi Sutanto juga kembali mengingatkan bahwa ‘war against drugs” bukan hanya tugas BNN dan negara, tetapi tugas semua masyarakat. Di Bali, disamping pemusnahan BB oleh Kejari, yang terdengar melakukan agenda adalah kelompok relawan remaja KISARA, yang membuat diskusi dan talkshow di kampus Unud dengan tema “kenali lebih dalam dan bangun rasa pedulimu”, ramai, ada band, lolak dan dadong, serta diskusi dengan Bapak Edison (BNP Bali), dr Hanati (PRM Methadon Sanglah) dan uniknya juga dilengkapi dengan bahasan oleh budayawan Warih Wisatsana. Dilanjutkan hari Minggu dengan acara Jalan Santai bersama dari Puputan Badung yang dikomando Yayasan Hatihati.
Masih dalam suasana HANI 2008 ini, saya jadi ingat dengan sebuah email yang tiba sekitar seminggu yang lalu. Email dari seorang yang mengaku mahasiswa di Surabaya. Menanyakan tentang apa benar ada ecstasy yang berbentuk cair? Katanya temannya sempat bawa, dan ini sudah banyak beredar di kota besar juga. Bentuknya bukan ampul, tapi botolan.
Waduh, jangan sampai jadi trend baru deh. Karena tentu saja ini akan menjadi bahaya baru. Sayangnya karena korban narkoba kebanyakan adalah anak muda, maka bisa ditebak, bila ada sesuatu yang baru bakal dicoba. Padahal bisa jadi bukan barang baru, mungkin diganti namanya saja, dikemas seperti barang baru, akhirnya jadi laris manis dicoba. Ini mengingatkan fenomena ketika morfin sudah mulai tidak laku, kemudian diluncurkan heroin yang juga turunan morfin, kemudian ketika heroin juga menurun popularitasnya hanya dengan diganti nama menjadi putauw langsung laku keras. Dan ini masih menjadi mimpi buruk buat generasi muda saat ini. Demikian juga saat Ecstasy, LSD, Shabu-shabu pertama kali muncul.
Sebenarnya, yang ditanyakan tentang ecstasy cair dalam kemasan botolan itu sebenarnya adalah GHB, yang diambil dari akronim kandungan kimianya yang berupa Gamma Hydroxybutyric acid, yang sebenarnya tubuh juga menghasilkan sedikit sekali kandungan ini. GHB banyak beredar di Eropa Barat, karena seringkali regulasi di beberapa negara di Eropa Barat lebih welcome dengan beberapa tipikal narkoba. GHB terutama digunakan di klub, diskotik, dan pesta-pesta. Tapi tidak seperti ecstasy yang digunakan beberapa saat atau di saat joget atau dansa. Kalau GHB digunakan after party-sesudah acara utama. Di jalanan GHB ini disebut dengan Liquid Ecstasy.
Tapi, apakah memang benar sama dengan Ecstasy? Ternyata sangat berbeda. Bahkan kebalikannya. GHB diberi label Liquid Ecstasy karena beredar dalam bentuk cairan di dalam kemasan botol-botol kecil. Padahal sebenarnya sangat berbeda dengan kandungan Ecstasy. GHB itu depresan, pemicu tidur dengan sensasi melayang-layang (psychedelic sleep-inducer). Sedangkan Ecstasy kandungannya adalah N-methyl-3, 4-methylenedioxyamphetamine, atau MDMA, yang sering disebut X, ineks, atau kancing. Ecstasy sudah jelas merupakan golongan stimulansia, bahkan berkali lipat lebih cepat dari kandungan amphetamine murni.
Tahun 1980an GHB masih digunakan untuk pembiusan saat operasi atau pembedahan di beberapa pusat pelayanan medis, juga buat terapi insomnia, depresi, ketergantungan alkohol, tapi sekarang sudah tidak digunakan lagi. Kalaupun masih digunakan, hanya boleh untuk kepentingan riset medis saja. GHB yang dicari untuk disalahgunakan karena alasan untuk mendapatkan rasa tidur, ngantuk atau efek “fly”nya. Padahal efek negatifnya banyak sekali. Efek yang bisa terjadi dari penggunaan GHB terutama yang bisa terjadi adalah: kehilangan memori dan daya ingat secara progresif, vertigo yang berulang, melemahkan detak jantung bisa sampai henti jantung, bisa terjadi gagal nafas hingga koma. Pada penggunaan jangka panjang bisa mengakibatkan gangguan fungsi hati dan ginjal juga.
Yang perlu dicatat adalah GHB merupakan obat tidur yang kuat bahkan disebutkan powerful oleh usernya, tapi kenyataannya justru membuat kelelahan dan lemas yang amat sangat. Celakanya beberapa user membalas reaksinya dengan menggunakan Ecstacy, yang merupakan stimulansia untuk melawan efek tidurnya. Dan sering kali memang digunakan bergantian dengan ecstasy, dan ini tentu akan sangat berbahaya jika kemudian dicampur dengan alkohol.Salah dosis, bisa langsung gagal nafas.
Sialnya, sudah banyak berkembang mitos bahwa GHB aman dan tidak membuat jadi ketergantungan. Tentu saja salah total.Ini sangat tergantung dosis dan pemakaian tentunya. Makin tinggi dosis akan mengakibatkan “fly” yang lebih tinggi juga. Dan disini tentu saja ada konsekuensinya. Mulai makin besar terkena efek negative ke tubuh, belum lagi seperti kebanyakan narkoba lain yang masalah tidak cuma berhenti di fisik, emosi dan mentalnya saja, tetapi juga spiritual dan tanggung jawab sosial. Akan terjadi juga perubahan harapan dan berubahnya relationship. Bayangan toleransi atau peningkatan dosis pemakaian selalu ada, dan tentu ketergantungan akan mengintip selanjutnya. Beberapa kasus perkosaan masal terencana seringkali juga dengan melarutkan GHB ke minuman calon korbannya.
So, semoga ini tidak benar-benar menjadi trend. Jangan sampai berbagai jenis narkoba membombardir bangsa ini, setelah kemarin kita tahu juga beberapa anak-anak sempat teler karena menikmati permen yang katanya ada kandungan narkobanya. Kalau bisa, narkoba baik jumlah maupun jenisnya semakin hilang dari peredaran. Belanda saja sekarang terpaksa ikut kesepakatan Uni Eropa untuk melarang penggunaan rokok per 1 Juli ini. Kalau kita mau, tentu saja bisa melawan narkoba. 15 ribu anak muda Indonesia meninggal tiap tahun karena narkoba. Itu artinya 40 orang setiap hari. Jangan tambah lagi.








Thanks sudah berbagi, great info…
Wah ada saja yang baru… perlu lebih di sosialisasikan lg… Biasanya para pengedar memiliki srategi pemasaran yang luar biasa. Tugs kita semua untuk memutus rantai ini…
Ady | Jun 29, 2008 | Reply
akhirnya tim matador menang….yes! hehe gak nyambung ya. btw thanx infonya dok, ini info baru juga buat saya.keren..sudah diwarning sebelumnya.oya saya sempat sedih lho waktu nonton percakapan terakhir tahanan nigeria kepada istrinya sebelum dihukum mati
roy | Jun 29, 2008 | Reply
jd ini makenya mirip sisa itu ya? pernah coba ga dok?
anton | Jun 30, 2008 | Reply
narkoba… “just for looser!!!!!!!!!!!”
ick | Jun 30, 2008 | Reply
sy sih blom pernah coba, tapi smoga gak bakalan pernah. eniwe, tampilan baru lagi ne yeeee…
pandebaik | Jun 30, 2008 | Reply
wogh tampilan baru, lagi hoby oprek tampilan ya pak, narkoba itu enak, tapi jangan kebanyakan soalnya….pait hehehe kopi kok dimakan (NAar KOpi BAli) , narkoba ….. ngga dah, btw kalo cair ni lebih bahaya, soalnya budaya masyarakat kita, seneng nyampur yg aneh, bensin + arak, solar + arak + minyak gas, nah yg baru BHG+arak+solar+bir = ???
semoga aja ngga
penyu | Jul 1, 2008 | Reply
new thing dok. soal HANI paling males deh, karena belum pernah liat acara yang atraktif
luhde | Jul 3, 2008 | Reply
Wah…rumah baru, selamat ya…..
mampir ah.. n SAY NO TO DRUG!!!!!
indra1082 | Jul 3, 2008 | Reply
mmmmh….
moga bangsa kita gak terjerumus memakai obat beginian….
kita harus perbaiki bangsa ini om!!!
YUKS!!
Amrul | Jul 3, 2008 | Reply
Kalo di Aceh ada namanya Ganja cair… waktu temen tugas ke Aceh , disana terdapat banyak warung-warung Mie rebus, dimana untuk sayurnya kalo biasanya pake sayur hijau diganti daun ganja. Sering dibilang juga Mie Ganja. Efeknya ya itu kiap-kiap,ngelonjor(ngelamun jorok),dsbg nya.. ini legal loh,gak ada yang ditangkep.
bogeloblast | Jul 4, 2008 | Reply
Designnya keren dok.
Dek Didi | Jul 4, 2008 | Reply
@ All: terimakasih atas comment nya..
oka negara | Jul 6, 2008 | Reply
“15 ribu anak muda Indonesia meninggal tiap tahun karena narkoba. Itu artinya 40 orang setiap hari. Jangan tambah lagi.”
Whoa, that’s a revelation.
Yeah, say no to drugs.
Lex dePraxis | Sep 2, 2008 | Reply
makasih infomya aku dah setahun di belanda …di sini juga lagi heboh di omongin kita berharap anak muda indonesia jangan terpancing make di belanda aja yang negara bebas …anak mudanya gak semua pake narkoba malah banyak yang nentang
putri | Dec 28, 2008 | Reply