Lebai? Artinya Bukan Cuma “Berlebihan”..

Luar biasa perkembangan bahasa gaul saat ini. Dalam hitungan bulan saja kalimat-kalimat seperti “jayus banget”, “capee dehh…” dan “gitu lohh..” sudah kena libas quotes yang lain. “Ya iya lah, masa ya iya dong…” ini masih paling berkuasa di urutan puncak anak tangga kalimat gaul saat ini di kalangan remaja. Buktinya selama beberapa kali diskusi dengan anak-anak SMA sebelum kelulusan kemarin, kalimat ini sering sekali diucapkan. Dan ini semuanya tentu ada masanya. Cepat sekali. Jadi ingat waktu ditanya tentang apa sih yang ngetrend di kalangan remaja jaman 80an? Saya menjawab dengan beberapa istilah dan kata-kata: “new wave, break dance, disko, duran-duran, a-ha, europe, bon jovi, madonna, cindy lauper, jason donovan, rick astley, kylie minogue, new kids on the block, tommy page, dedi dhukun&dian pramana putra, fariz rm, richie ricardo, obbie mesakh, rinto harahap, pance pondaag, dian pisesha, maya rumantir, ikang fawzi, atiek cb, rano karno, lidya kandouw, polkadot, pastel colors, celana jins baggy, t-shirt putih grombyong dengan lengan dilipat, terus juga..kata-kata: kece, mejeng, ngeceng, memble”. Pasti yang pernah “hidup” di jaman itu tahu banget istilah-istilah ini. Malahan kata-kata gaul tersebut disebut-secara membabi buta di lagunya Denny Malik yang berjudul “Jalan-Jalan Sore (JJS)”. Saya pribadi waktu itu sedang keranjingan Duran-Duran, “Silent Morning”nya Noel dan beberapa tahun kemudian Milli Vanilli.

Kembali ke jaman sekarang. Tadi saya mengingat juga kalau ada satu kata lagi yang dari pagi saya dengarkan berkali-kali disebut oleh remaja-remaja dan ABG. Apalagi kalau bukan kata “lebay” atau “lebai”. Rada dipaksakan memang kalau dihubung-hubungkan dengan artinya yang kira-kira adalah “berlebihan atau dilebih-lebihkan”. Jadi ingat juga kalau istilah “putauw” adalah dari kata “putih”. Dari warna fisiknya heroin.

Terus, begini ceritanya. Hari ini juga saya tengah membantu relawan-relawan KISARA membuatkan modul buat pelatihan “community organizing” untuk mainstream remaja. Setelah dibuka-buka arsip yang pernah saya miliki, saya jadi tersenyum-senyum sendiri. Soalnya saya menemukan artikel bahan modul yang pernah saya pakai untuk melatih, berupa cerita-cerita motivasi untuk mengorganisasi remaja. Ada cerita tentang “si burung dan si keong”, terus kisah “sang monyet dan sang ikan”, dan satu lagi, ini dia, kisah “SI LEBAI YANG MALANG”. Nah, jadi tahu arah postingan ini. Iya, ada kata “lebai”nya. Ini cerita rakyat melayu yang pernah populer turun-temurun. Ini saya pakai untuk bahan memotivasi remaja untuk menentukan pilihan dan berpikir lebih cerdas. Ternyata “lebai” itu ada artinya juga yang lain, yang sudah dikenal lebih dahulu. Artinya adalah seorang yang mempunyai posisi khusus di masyarakat melayu sebagai pembaca doa. Sejenis guru agama. Yang biasa dipanggil untuk mendoakan kelahiran, kematian, selamatan keberhasilan panen, dan lain-lainnya deh. Nah, itu lho arti lebai sesungguhnya…Ya biar tahu saja deh.

Oke, sebagai bonus, ini saya tampilkan juga kutipan bagaimana kisah tentang seorang lebai yang malang yang pernah populer di masyarakat melayu sumatra dan malaysia.

Lebai Yang Malang

Alkisah, di suatu kampung hidup seorang Lebai yang sangat terkenal. Keahliannya membaca doa, membuat dirinya selalu di minta oleh penduduk kampung untuk membaca doa saat ada acara kenduri atau selametan.

Suatu hari, ia ke datangan utusan dari kampung Hilir. Tujuannya meminta Sang Lebai untuk membacakan doa selamet bagi warga kampung hilir yang sebentar lagi akan turun ke sawah. “ Wahai Pak Lebai, kami mengundang Bapak untuk membacakan doa bagi kampung kami, karena kami sebentar lagi akan turun ke sawah. Untuk membacakan doa kami akan menghadiahkan 1 kepala Kerbau yang besar dan telah dimasak lezat oleh ahli masak kami. yang rasanya sangat lezat. Demikian utusan kampung Hilir menyampaikan maksudnya. “ Baik lah, nanti lepas magrib saya akan datang”. Sambut Pak Lebai dengan suka cita.

Tak lama setelah utusan kampung Hilir pulang, datang pula utusan kampung Hulu ke rumah Pak Lebai. Dengan maksud yang sama, utusan kampung Hulu berkata. “ Pak Lebai, kami mengundang Bapak untuk membacakan doa selamat bagi kampung kami. Untuk itu kami telah memotong dua ekor sapi. Sebagai hadiahnya, dua kepala sapi menjadi milik Pak Lebai. Namun kami harap Pak Lebai tidak keberatan, karena 2 ekor sapi yang kami potong kecil-kecil dan olahannya kurang enak, karena kami tidak memiliki ahli masak”. Demikian utusan kampung hulu menyampaikan maksudnya. “ Baik lah, tidak jadi masalah, lepas magrib saya akan datang”, kata Pak Lebai menyakinkan kepada utusan kampung Hulu.

Saat lepas magrib pun tiba. Pak Lebai berpikir dan menimbang-nimbang kemana dia harus memilih pergi. “ Aku di undang oleh warga kampung Hilir dan Hulu secara bersamaan, mana yang harus aku datangi. Jika aku datang ke kampung Hilir, aku akan dapat satu kepala kerbau besar dengan masakan yang lezat. Kalau aku datang ke kampung Hulu, aku dapat dua ekor kepala sapi, kecil dan masakanya kurang enak, tapi tidak masalah yang penting aku dapat 2 kepala.

Akhirnya, ia memutuskan untuk datang ke kampung hulu. “Biarlah masakannya kurang lezat, tapi aku dapat dua kepala sapi” Gumamnya. Pak Lebai mulai melangkahkan kakinya menuju kampung Hulu. Namun, baru sepuluh langkah ia berjalan, pikirannya tergoda “ Ah, dua ekor kepala sapi, kecil dan kurang lezat, untuk apa?, lebih baik aku dapat satu kepala kerbau, besar, dan masakannya lezat, itu lebih baik!”. Pak Lebai pun kemudian memutar langkah menuju kampung Hilir. Ditengah perjalanan, pikirannya kembali terusik “ Ah, cuma satu kepala kerbau, walau pun besar dan enak, tapi tidak cukup, lebih baik aku mengambil yang dua kepala, walaupun kecil dan tidak enak, tapi lebih banyak dan bisa dibagi-bagi di rumah.. Ia pun berbalik arah kembali menuju kampung Hulu.

Lagi-lagi baru sepuluh langkah ia berjalan, kembali pikirannya tergoda untuk berbalik arah. Berkali-kali, ia hanya bolak-balik memutar langkah sampai waktu kenduri di kedua kampung pun berakhir, tanpa kehadirannya. Ketika ia asyik kebingungan di tengah jalan, tiba-tiba ia dikejutkan dengan kembalinya orang kampung Hilir dari kenduri. Pak Lebai bertanya “ lho, mengapa kalian sudah pulang ?, bukankah aku yang diminta membaca doa belum datang ?”, sapa Pak Lebai kepada orang-orang kampung Hilir yang baru pulang kenduri. “Sudah pak lebai, kami semua menunggu Bapak, tetapi Bapak tidak juga datang, karena sudah larut malam, maka pembacaan doa kami mulai saja, ini buktinya kami baru saja selesai”. Salah seorang penduduk kampung menjelaskan, sambil menunjukkan bungkusan makanan yang dibawa pakai kantung kresek. “Wah, sial, guman Pak Lebai dalam hati, mudah-mudahan di kampung Hulu belum selesai, aku bisa ke sana”.

Bergegas Pak Lebai membalikkan langkahnya menuju ke kampung Hulu. Tapi, baru sepuluh langkah, Pak Lebai berpapasan dengan warga kampung Hulu yang pulang membawa bungkus “berkat”. Pak Lebai bertanya” kalian sudah pulang ?, aku baru mau datang !”. “Sudah pak, terlalu lama kami menunggu Pak Lebai, dan hari pun sudah larut malam, maka kami mulai saja acaranya semampu kami !”, salah seorang penduduk kampung Hulu menjelaskan.

Tanpa banyak bicara, Pak Lebai pulang ke rumahnya dengan langkah gontai. Dalam hatinya ia berguman “ Inilah hasilnya jika aku tidak bisa membuat pilihan, tak satu pun yang bisa ku dapat. Nasibku sebagai Lebai yang malang ! ”.

Beberapa sumber dan cerita sejenis juga bisa dilihat di:
Versi sumatra barat:
http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Budaya_Bangsa/Cerita_Rakyat/Sumatra_barat.htm
Versi malaysia:
http://www.ashtech.com.my/cerita_rakyat/lebai_malang.html

18 Comment(s)

  1. Selamat lagi deh…
    kunjungan pertama ke sini..
    kesan pertama: KEYEN…

    ady gondronk | Jun 17, 2008 | Reply

  2. ada ada aja ceritanya. but, nice story lah :)

    the soul | Jun 17, 2008 | Reply

  3. di tunggu buku cerita bergambarnya pak dokter…

    ick | Jun 18, 2008 | Reply

  4. waduh trauma saya dengan cerita lebai malang T_T, gara-gara ga bisa cerita didepan kelas waktu SD, saya disuruh nengkleng didepan kelas T_T hehehehe

    nice story pak dokter, itung2 nostalgila ya pak :p

    penyu | Jun 18, 2008 | Reply

  5. Mantaps ceritanya. Kira kira gimana tanggapan Pak Badudu si ahli bahasa atas banyaknya bahasa gaul itu ya? Apa akan dimasukan ke kosakata bahasa Indonesia?

    imcw | Jun 18, 2008 | Reply

  6. Salam kenal Dari Blogger Makassar Mas :D
    Semoga siraturahmi tetap terjaga dengan Komunikasi

    Gelandangan | Jun 18, 2008 | Reply

  7. Jawaban Bugis Ku : Salam kenal Balik nih Mas
    Untuk Masalah transeksual, homoseksualitas, seks bebas dari orang bugis itu adalah sebuah Aib mas yang dimana di bugis sendiri mengutuk tindakan transeksual, homoseksualitas, seks bebas karena dasar Budaya Bugis tidak lepas dari Pengaru Kitab Suci Al-Quran mas. (Maaf Membela)

    Untuk masalah Bissu atau Waria pada saat dulu mereka ada seorang yang dianggap Dukun dan Pendeta dalam Acara Ritual. mereka juga menikah dengan wanita bukannya sesama jenisnya. gitu mas :D

    Gelandangan | Jun 18, 2008 | Reply

  8. he he he…
    Gaul banget om :)

    Affan | Jun 18, 2008 | Reply

  9. makasilah atas ceritanya, masa makasi donk hehe (maksa mode : ON) :lol:

    yudi | Jun 19, 2008 | Reply

  10. Untung ada Pak Dok Okanegara yang mengingatkan saya arti Lebay / Lebai sesungguhnya.

    Cerita Pak Lebai yang malang ini sepertinya pernah saya baca waktu SD dulu.

    Putu Adi | Jun 19, 2008 | Reply

  11. Nana lebay lo dok hahahahaha tapi lebay versi ceriwis….

    biyung nana | Jun 21, 2008 | Reply

  12. @ All: wah, thanks semua buat comment, input dan responnya…matur suksma

    oka negara | Jun 24, 2008 | Reply

  13. Wah.. ternyata lebai = berlebihan yha? Sip thx infonya.
    Anak2 sini juga suka pake bahasa aneh2.
    Rada ga gaul brarti nih saya :D

    phat | Jul 5, 2008 | Reply

  14. oalaaahhh…konotasi lebai (lebay) bisa jungkir balik ngikutin zaman toh…kewl…

    eniwei, tfs looo…

    nozqa | Sep 25, 2008 | Reply

  15. Salut…masih sempet ya tulis2 di blog ini..wow..that so nice. Bro, thanks yah..it’s my first time see your site. lot of knowledge that i can found here…jadi tambah pinter nih..sukses yah…

    Reza | Nov 15, 2008 | Reply

  16. Jhahahahaa………… : p

    tweE | Nov 18, 2008 | Reply

  17. owh…ternyata itu toh.. :) hehehe

    rizoa | Nov 30, 2008 | Reply

  18. tu cerita udh pernah aq baca waktu kelas 4 SD.mula2 aq gak th arti lebai,sekarang aq th….mksh maz…

    ZAKIA_MADIUN | Jan 1, 2009 | Reply

Post a Comment