Jadi Makelar Dildo!

Jam sepuluh tadi pagi HP berbunyi. Ada SMS masuk. Dari kolega saya di Indonesia Sexuality Forum(ISF), Mbak Laily Hanifah. “Dok, saya lagi di RS Dharmais, apa saya bisa telfon?” bunyi smsnya. Setengah jam berikutnya saya yang telfon. Kita cerita progres ISF, memang rada mundur karena dana sponsor kami Ford Foundation masih nyangkut di sekretaris negara. Ini juga yang bikin program Rumah Remaja KISARA jadi tersendat. Okay, setelah banyak diskusi di telfon Mbak Laily menyampaikan titipan pesan dari kolega kami yang lain, salah satu aktivis perempuan handal dari Yayasan Kesehatan Perempuan, Ibu Ninuk Widyantoro. “DokIbu Ninuk pesan dildo dari Bali, bisa?” ini disampaikan Mbak Laily. “Oh, bisa!” jawab saya. “Ibu Ninuk minta nanti dildonya seperti yang biasa dipakai, dari kayu setengah finishing, jangan difernis dan agak bengkok, jangan lurus, ” tambah Mbak Laily. Kebetulan saya memang punya. ” Oh ya dok, nanti tolong dibawain ke Jakarta bulan depan ya, sekitar 300 dildo” tambahnya lagi. Opps…., kirain beberapa biji. Tahunya tiga ratus!!. Ya perlu disiapkan dengan baik. Sekarang, jadi makelar dildo deh ceritanya!

Memang dildo bikinan Sukawati disamping sebagai souvenir, juga sering digunakan
sebagai alat bantu edukasi seksual dan kesehatan reproduksi. Ini digunakan
sebagai alat peraga dalam program pencegahan infeksi menular seksual dan KB.
Relawan2KISARA juga siap untuk melatih remaja dan orang dewasa menggunakan
dildo ini. Minggu lalu dicoba untuk demonstrasi pemasangan kondom ke komunitas
remaja, breakers di simpang siur, Kuta oleh Ike dkk.

Btw, sudah pada tahu dildo kan?

11 Comment(s)

  1. dildo itu apa pak.??

    skrinshot dong.. :D

    Yanuar | Apr 4, 2008 | Reply

  2. dok, saya juga pesen dong. sebiji ajah, yang aseli kan udah ada. serius yah dok. pesen satu. boleh juga kalo dildo sayah bonus beli 300 biji ituh. gretongan emang enyak enyak..

    luhde | Apr 4, 2008 | Reply

  3. kok ekspor ke jakarta dok???

    di Bali gimana dok???

    apa nunggu pesenan or emang ga da yang mesen dok, hehehe… :)

    ekay | Apr 4, 2008 | Reply

  4. Dildonya sukawati emang unik dipake souvenir :D

    Deddy | Apr 5, 2008 | Reply

  5. @ yanuar: beneran nih nggak tahu dildo?
    @ luhde: oke, nanti meluncur dildo satu ke mbok luhde
    @ ekay: nanti eka bantu saya ngirim ya..
    @ deddy: unik mungkin ya..

    okanegara | Apr 7, 2008 | Reply

  6. coba blog spt ini gak ada id ‘kisara’ ato ‘dokter’nya.. :D
    wuih kok mesti pake yg sukawati..diisi ukiran jg apa ya.. :)

    dani | Apr 7, 2008 | Reply

  7. dok…dildo sekarang ini selalu berada di tasku…euy…

    widari | Apr 8, 2008 | Reply

  8. @ dani: mau pesen satu dokter dani?
    @ widari: yeee ini kan lagi bareng ike ni di d”palensa

    okanegara | Apr 8, 2008 | Reply

  9. kalo dildonya lurus mah nyari barangnya gampang…
    tapi klo minta yang ‘bengkok’….sepertinya perajinnya minta contoh deh…hehehe
    inget ya doc, beli lebih buat kisara. yang dikisara kurang banyak…

    yamada | May 19, 2008 | Reply

  10. @ yamada: sip…sip…

    okanegara | May 20, 2008 | Reply

  11. Kaget! Baca: “dari kayu setengah finishing, jangan difernis”. Saya pikir untuk “dipakai”!

    Pikiran saya langsung ke mana-mana, nih… Haha!

    Ternyata dildo-nya di”impor” dari Sukawati, ya! Di luar dugaan. Gimana, ya, perasaan tukang ukir di sana diberi pesanan 300 dildo…

    Tapi rasanya demo pakai dildo memang lebih bagus, deh. Daripada pisang… (Jangan salah, kelas SexEd di US masih ada yang pakai pisang, lho…)

    Samantha | Sep 13, 2008 | Reply

Post a Comment